BPBD Kabupaten Bangkep Telah Memiliki Alat Informasi Dini Gempa Warning Resiver Sistem ( WRS) – KABAR LUWUK

KABAR LUWUK, BANGGAI – Alat yang dimiliki BPBD ini adalah alat yang menjadi alat informasi dini yang di serahkan atau di berikan oleh BMKG pusat. Kabupaten Banggai kepulauan adalah salah satu pulau di Indonesia yang menjadi prioritas dan untuk wilayah sulteng hanya 3 wilayah yang menerima alat ini, yaitu kota palu,Tojo una una,dan Banggai kepulauan.

Alasan Banggai Kepulauan mendapatkan alat informasi dini dari BMKG ini salah satu usulan bahwa Kabupaten Bangkep mengajukan permohonan dengan mengacu pada kejadian gempa tahun 2000, gempa yang melanda banggai kepulauan waktu itu dengan memakan korban begitu banyak,dan ada beberapa wilayah Banggai Kepulauan yang terdampak sunami pada waktu itu, ungkap kepala BPBD bangkep.

Menurut kepala BPBD Banggai Kepulauan bahwa fungsi alat ini sangat membantu untuk percepatan informasi dini ,yang mana alat ini bekerja 1×24 jam, yang lebih uniknya lagi alat ini apa bila lampu atau listrik padam alat ini tetap berfungsi dengan baik ,dan bilamana terjadi gempa dalam 2 detik ,alat ini sudah memberikan pemberitahuan ,apa yang akan terjadi seperti tsunami ,atau akan ada gempa susulan terang kepala BPBD Saprin Piter.

” Saprin dalam keterangannya, kita sangat beruntung mendapatkan fasilitas alat ini, yang perlu kita ketahui disini bahwa BMKG memberikan bantuan alat informasi ini karena daerah kita termasuk perhatian khusus dari BMKG,dilihat dari titik geografis bahwa daerah Kabupaten Banggai kepulauan patut menjadi perhatian.”

Mengenai penambahan informasi Warning Resiver Sistem (WRS).akan kami lengkapi terutama adalah alat informasi pengeras suara yang akan kami pasang di titik tertentu,yang akan menginformasikan lewat pengeras suara apa bila ada hal hal mengenai kebencanaan agar masyarakat dapat mengetahui, bahwa kesiap siagan itu sangat perlu terutama gempa bumi yang akan mengakibatkan sunami, dan alat ini akan langsung memberikan informasi, terang Saprin Piter.**( ARM).



YOUR COMMENT