Sertifikasi Guru Di Potong Bank Sulteng Cabang Salakan Berdasarkan Perjanjian PGRI – KABAR LUWUK

KABAR LUWUK, BANGKEP – Bank Sulteng Kabupaten Bangkep bisa memotong secara otomatis ke rekening para guru sertifikasi berdasarkan surat dari PGRI dan berdasarkan perjanjian kerjasama antara pihak Bank Sulteng dengan PGRI. Jum,at 6/8/2021.

“ Dengan adanya pemotongan tersebut banyak guru guru yang mengeluh, karena pihak Bank Sulteng sendiri tidak pernah memberikan informasi terkait adanya pemotongan langsung kerekening masing – masing guru, tentu kami sendiri merasa aneh.”

Muhammad Saleh saat dikonfrimasi awak media lewat handphone telah menerima laporan, complain dari pihak guru kepada Bank Sulteng, disamping adanya pemotongan yang tidak ada konfirmasi sebelumnya, artina pihak Bank Sulteng tidak menggunakan dasar UU Perbankang yang ada, sehingga banyak nasabah guru sertifikasi yang dirugikan, dan langkah selanjutnya menurut penuturan salah satu guru yang tidak mau disebut dirinya mengungkapkan akan melaporan dan meminta bantuan Yayasan klinik bantuan hukum untuk segera memproses dan memanggil pihak Bank Sulteng tentang adanya pemotongan.” Ungkapnya.

“ Pemotongan yang dilakukan oleh Bank Sulteng Bangkep kepada guru sertifikasi, yang seharusnya ada ijin dari pemilik rekening, bukan asal main potong, dengan kejadian seperti ini tentu kami sebagai nasabah merasa dirugikan dan menimbulkan kesan untuk tidak mempercayai bank Sulteng yang ada di kabupaten Bankep. “

Menurut Ketua Yayasan Klinik Bantuan Hukum, Muhammad Saleh telah mencoba untuk bertanya langsung kepada pihak Bank dan sudah berapa lama melakukan pemotongan tersebut ?

Kata Muhammad Saleh pemotongan yang dilakukan oleh pihak Bank juga pernah terjadi pada tanggal 31 oktober 2019 dan 27 Desember 2019 , hingga kami langsung minta data , dengan jawaban “ saya tidak bisa buka pak.” Dan dengan kejadian tersebut kami selaku kuasa hukumnya mau memastikan untuk melakukan croscek serta mencari tahu sebagai perbadingan apakah guru yang lain juga mendapatkan perlakuan yang sama. Ungkapnya

Selanjutnya Pihak Bank Sulteng Cabang Salakan dalam melakukan pemotongan bertindak atas dasar Surat Perjanjian dengan PGRI, namun surat perjanjian tersebut ruang lingkupnya hanya mengenai pemungutan/pemotongan iuran PGRI, tetapi justru melakukan pemotongan melebihi daripada iuran. Selain itu juga ada pemotongan sebesar 100 ribu dan kami selaku ketua Yayasan bantuan hukum tentu menanyakan jumlah uang yang di potong sebesar 100 ribu, dengan mendapat jawaban dari pihak Bank “ saya sudah lupa potongan apa” tanpa melihat dokumen yang ada. Terangnya. ( ARM).



YOUR COMMENT