Apotik RSUD Bangkep Bantah Jual Masker Sebesar 10.000

Apotik RSUD Bangkep Bantah Jual Masker Sebesar 10.000 – Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bangkep membantah dengan adanya pernyataan salah satu ASN yang bertugas di satuan polisi pamongpraja (HY), dalam statusnya telah menyebarkan informasi yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya.Senin, 19/7/2021.

Direktur RSUD Bangkep, dr.Andi Fitriani Patsyar mengatakan bahwa HY sempat membentak dan menunjuk nunjuk saya saat berada di ATM, sedangkan HY pada saat itu kondisinya seperti dalam keadaan mabuk berat. Ungkap direktur rumah sakit Trikora salakan.

” Menurutnya apa yang di tudingkan oleh salah satu ASN yang di sampaikan lewat Media sosial,ini sangat merugikan pihak rumah sakit,dan ini adalah pencemaran nama baik dari pihak rumah sakit,karena apa yang dia sampaikan itu tidak sesuai dengan fakta. ” Terangnya

HY adalah salah satu ASN yang bertugas selaku polisi pamong praja, dan seharusnya seorang polisi pamong praja adalah pengawal perda, tetapi kami pihak Rumah Sakit meminta pertanggungjawaban HY dan berharap kepada Bapak Bupati ,Wakil Bupati ,bersama sekda agar menindak tegas kepada ASN tersebut. Pungkasnya.

Kata dr.fitriani patsyar , seharusnya mereka adalah penegak perda dan apabila infornasi yang di sampaikan tidak benar ,maka kami dari pihak rumah sakit meminta kepada pimpinan daerah agar menindak tegas ASN yang bersangkutan dan mengklarifikasi penyampaian melalui media. Jelas Direktur RSUD.

Sehingga dengan tudingan yang di sampaikan oleh HY mengenai harga masker sebesar Rp 10.000 itu tidak benar , melainkan kami dari pihak rumah sakit lewat Apotik rumah sakit dengan harga jual masker sebesar Rp 5.000. dan dengan tuduhan yang tidak benar, kami dari pihak rumah sakit akan melaporkan HY, dengan tuduhan pelangaran ITE dan nama baik rumah sakit. Ungkab direktur.

Dan dengan berbagai macam tudingan yang di tujukan ke RSUD, maka kami meminta agar diadakan RDP sebagai bentuk pertanggungjawaban, kami dari pihak rumah sakit siap untuk hadir , dan kami harap penyebar informasi lewat medsos untuk ikut serta hadir agar dapat menyampaikan alasannya dan mendengarkan langsung aturan sebenarnya, tetapi kami minta apa bila penyampaian informasi dari salah satu anggota pol pp yang berinisial HY dalam penyebaran isunya tdk sesuai fakta maka kami meminta untuk di tindak tegas. karena masker yang kami edarkan dengan harga 5.000 bukan 10.000.

seharusnya Satpol pp adalah sebagai penegak perda, dan yang kami sayangkan justru oknum pol pp sendiri yang mencederai sebagai penegak perda, apalagi yang bersangkutan seorang ASN dan menyebarkan informasi dalam keadaan mabuk dan menyebarkan informasi bohong.” Terangnya

Langkah selanjutnya kami dari pihak Rumah sakit berusaha menghubungi Wakil Bupati lewat via whattshap, dan Wabup langsung respon dan perintahkan sekda guna menindak lanjuti laporan dari pihak rumah sakit. Tutur Wabup

Sebagai langkah akhir kami pihak RSUD meminta HY secepatnya melakukan klarifikasi pemberitaan di media online yang sudah di publikasikan dan harus dia pertanggungjawabkan apa yang sudah dia publikasikan di medsos tegas ibu dr.Andi firiani.” *

YOUR COMMENT