Home » Politik » Warga Balantak Selatan Mengadu di Dewan
Warga Balantak Selatan Mengadu di Dewan
Warga Balantak Selatan mengadu di kantor DPRD Banggai, Rabu (27/9) kemarin. Mereka mengeluh sudah setahun listrik di wilayahnya sering padam.

Warga Balantak Selatan Mengadu di Dewan

LUWUK— Kinerja PLN terus dikeluhkan publik. Jika sebelumnya warga Kecamatan Bunta, Simpang Raya dan Nuhon mengecam pelayanan PLN yang tidak optimal, Rabu (27/9) kemarin giliran warga Kecamatan Balantak Selatan memberi raport merah buat BUMN tersebut. Dan kembali pihak managemen PLN punya jawaban simple, minta maaf.
Siang kemarin warga diterima gabungan komisi. Selain Ketua Komisi 3 DPRD Banggai, Saripuddin Tjatjo yang memimpin pertemuan itu juga ada anggota Komisi 3 Irwanto Kulap, Wakil Ketua Komisi 2 Irpadin Oneng beserta dua legislator asal dapil IV, Muhtar Dari dan Lelly Tiara Rajagukguk. “Sudah setahun kami merasakan listrik padam. Dan PLN terkesan tidak punya solusi,” keluh tokoh masyarakat Muslimin.
Perwakilan warga lainnya, Ko Sengho mengaku, pemadaman listrik ini sudah terjadi sejak Agustus tahun lalu. Bahkan dengan seenaknya, PLN memadamkan listrik tanpa sepengetahuan pelanggan. Bahkan saat hari-hari besar agama, listrik dipadamkan. Akibatnya, tidak sedikit alat-alat elektronik warga yang rusak. “Kalau memang PLN tidak bisa memanfaatkan mesin listrik, sebaiknya dirusaki saja. Agar sudah ditahu bahwa tidak ada lagi mesin disana,” ucap dia.
Menyikapi keluh kesah warga Balantak Selatan, Kepala PT. PLN Persero Area Luwuk Edi Cahyono membukanya dengan kalimat minta maaf. “Awal kata saya minta maaf kepada warga Balantak Selatan,” ucapnya.
Dihadapan warga, Edi mengaku pihaknya tetap punya komitmen memperbaiki mesin yang rusak. Bahkan Edi berjanji tahun ini pihaknya ada ketambahan mesin dari pusat. “Ini PR (pekerjaan rumah) kami. Dan kami harus menjawabnya,” kata Edi.
Bidang Asesmen Jaringan PLN Persero Area Luwuk Alfian menambahkan, tahun 2016 lalu PLN mengalami gangguan pada mesin. “Kita sudah antisipasi dengan mengoperasikan interkoneksi ke Luwuk,” kata Alfian.
Hasil evaluasi lanjut dia, ternyata masih ditemukan gangguan. PLN pun berinisiatif menggantikan kabel dari desa Bunga sampai ke Tangeban. “Harapan kami gangguan bisa teratasi, karena kabelnya kita bungkus,” ucapnya.
Terkait dengan pemadaman listrik, PLN mengklaim telah menyampaikan lewat pengumuman, yakni seminggu sebanyak tiga kali dari pagi sampai sore. Yang jelas tekan Alfian, PLN akan terus melakukan perbaikan, sambil menunggu mesin yang baru. (yan)

About uman