Home » Berita Utama » Gas Elpiji 3 Kg Masih Langka
Gas Elpiji 3 Kg Masih Langka
Puluhan tabung gas Elpiji 3 Kilogram yang menumpuk disalah satu pangkalan dengan kondisi masih kosong.

Gas Elpiji 3 Kg Masih Langka

LUWUK-Kelangkaan gas Elpiji yang melanda Kabupaten Banggai beberapa pekan lalu ternyata masih terasa hingga saat ini. Salah satunya di wilayah Kecamatan Luwuk Timur.
Warga mengaku sulit untuk mendapatkan gas Elpiji 3 kilogram di sejumlah pangkalan. Pasalnya, beberapa pangkalan kehabisan stok karena jumlah yang disediakan terbatas. “Sudah beberapa hari ini kami tidak mendapatkan gas lagi. Bahkan setiap ditanya ke pangkalan dan penjual eceran, jawabannya selalu habis,” keluh Irwan warga Desa Kayutanyo, Selasa (26/9).
Menurutnya, kesulitan itu sangat dirasakan karena bahan bakar lain seperti minyak tanah juga jarang ditemukan lagi. Kalaupun ada kata Irwan, sudah dengan harga yang cukup menguras kantong.
Sementara beberapa pemilik pangkalan gas saat dimintai keterangannya mengatakan, stok elpiji yang disalurkan ke sejumlah pangkalan sudah di atur dari agen masing-masing. “Saya saja hanya diberikan jatah 25 tabung dalam seminggu,” kata Hilda, pemilik pangkalan silvia di Desa Louk, Selasa (26/9).
Akan tetapi lanjut Hilda, dengan jumlah seperti itu tidak bertahan lama, karena para pengguna gas tidak hanya berasal dari desa itu sendiri.
Hal senada juga di katakan Yono, pemilik pangkalan gas elpiji di Desa Hunduhon mengatakan, sudah memasuki hari ke 14, pihaknya belum menerima stok gas Elpiji. Sehingga warga setempat terpaksa mencari gas di pangkalan lain. Padahal, dalam ketentuan masing-masing pangkalan hanya bisa menjual 20 atau 25 tabung dalam sepekan.
Bahkan lanjut Yono, ada sistem yang diberlakukan bagi setiap pembeli gas. “Sekarang yang beli gas harus kita tulis identitasnya,” pungkasnya.
Sementara itu, warga Toili masih terus kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 Kg bersubsidi. Pasalnya, meskipun ada agen maupun pengecer menjual gas elpiji namun, harga sudah diluar jangkaun masyarakat miskin, yaitu Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.”Ini agen-agen harus disidak, sudah susah carinya begitu didapat harga sudah melambung,” ujar warga Marga Kencana, Nur, Selasa (26/9). Terpisah, Plt Camat Toili Andi Rustam mengaku telah menyurati salah satu distributor agen gas elpiji di kota Luwuk bulan lalu, namun sampai saat ini belum ada kejelasan.” Saya sudah surati Pak Hendri, direktur salah satu distributor elpiji di Luwuk, tapi belum ada balasan,” katanya.(ir/um)

About uman