Home » Berita Utama » Tak Sampai Dua Jam, RM Sunu Rata Tanah
Tak Sampai Dua Jam, RM Sunu Rata Tanah
Anggota Pol-PP Banggai bersama Kabid Damkar saat melihat langsung RM Sunu, jalan Moh Hatta yang ludes terbakar.

Tak Sampai Dua Jam, RM Sunu Rata Tanah

LUWUK-Rumah Makan (RM) Sunu, yang terletak di jalan Moh Hatta, Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan, Selasa (5/9) ludes terbakar sekira pukul 01.40 Wita, Selasa (6/9). Meski tidak ada korban jiwa, namun seluruh barang termasuk tiga unit kendaraan tidak bisa lagi diselamatkan.
Robertus, pemilik RM Sunu mengaku tidak menduga api tersebut menghanguskan tempat usahanya, karena sebelum tidur, ia masih sempat mengecek dan memastikan sejumlah colokan listrik. “Sebelum tidur saya masih sempat periksa colokan listrik di semua tempat, itu sekira jam dua (malam) setelah saya menonton televisi,” tuturnya.
Namun belum lama terlelap, dia langsung dikagetkan dengan teriakan sejumlah warga yang membangunkannya karena sudah terlihat kobaran api di tempat usahanya. “Sumber api dari belakang, biasanya disitu tempat tidur karyawan saya, tapi malam itu saya suruh tidur di ruang musolla, karena disitu banyak nyamuk,” terangnya.
Akibat kejadian tersebut, Robertus menafsir kerugiannya mencapai Rp 500 juta, karena didalamnya juga sudah termasuk satu unit kendaraan roda empat, dan dua unit kendaraan roda dua.
Kabid Damkar, Sarifzul mengaku sudah bekerja maksimal untuk memadamkan RM Sunu. Setelah mendapat kabar adanya kebakaran, ia langsung mengerahkan lima unit pemadam kebakaran. “Yang terbakar RM Sunu dan sebuah kios disebelahnya,” terangnya.
Dugaan sementara, api tersebut muncul karena hubungan arus pendek, karena tidak ada laporan kalau ada karyawan yang tengah memasak atau menyalakan api saat itu. “Biasanya ada colokan listrik yang sudah longgar, lantas dibiarkan,” terangnya.
Kerugian Capai Rp 500 Juta
Kerugian akibat kebakaran yang melanda rumah makan Sunu Lestari milik Robertus Ludong alias Ko Sin mencapai Rp 500 juta. Sebab tak hanya seisi rumah rumah makan, sebuah mobil pick up jenis carry, dua unit sepeda motor jenis yamaha mio dan enam buah lemari es ludes dilalap si jago merah. Selain itu, ada juga sebuah kios sembako semi permanen milik Eko, ikut terbakar.
“Kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta. Sementara kios sembako mencapai Rp 7 juta,” ungkap Kapolsek Luwuk AKP Suardin, Selasa (5/9).
Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan seorang saksi yang berjaga di pos ronda Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan, kebakaran terjadi Selasa dini hari (5/9) sekira pukul 01.40 Wita. Saat itu, saksi Lanusi Bando sedang jaga malam. Tiba-tiba di arah rumah makan Sunu Lestari, langit terlihat merah api.
Lanusi Bando langsung membangunkan rekan jaganya yang tidur terlelap. Mereka pun bergegas ke arah api yang terletak di Jalan Mandapar, Kilometer 7, Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan. Ternyata api sudah melalap rumah makan Sunu Lestari.
Tak menunggu lama, Lanusi Bando membangunkan seluruh penghuni rumah Sunu. “Di dalam rumah makan saat itu ada Ko Sin bersama 10 orang karyawannya,” bebernya.
“Alhamdulillah, semua penghuni rumah makan selamat,” tuturnya lagi.
Sementara itu, api yang menghanguskan isi rumah makan sunu dan kios sembako itu berhasil dipadamkan sekira pukul 03.30 Wita, setelah petugas pemadam kebarakan dibantu masyarakat setempat mampu menjinakan api.
Terpisah, Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno saat dikonfirmasi Luwuk Post menyatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan olah TKP. Penyebab kebakaran belum diketahui, namun dugaan sementara karena korsleting arus listrik. “Kami masih olah TKP dan masih dalam proses penyelidikan,” katanya singkat.(gom/awi)

About uman