Home » Metro Luwuk » Berantas Miras, Kawal Perda Hewan hingga Dikukuhkan jadi Sesepuh Suku Bajo
Berantas Miras, Kawal Perda Hewan hingga Dikukuhkan jadi Sesepuh Suku Bajo
Iptu Musa saat dikukuhkan sebagai sesepuh suku Bajo di Desa Jayabakti, Kecamatan Pagimana, beberapa waktu lalu.

Berantas Miras, Kawal Perda Hewan hingga Dikukuhkan jadi Sesepuh Suku Bajo

Hanya 6 bulan Iptu Musa menjabat sebagai Kapolsek Pagimana. Tapi, jangan menghitung berapa lamanya Ia bertugas, tapi berapa prestasi yang sudah ditorehkan dalam menjaga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Pagimana.

Laporan Asnawi Zikri/Luwuk Post
“Berbuatlah yang kecil, tapi hasilnya besar”. Inilah adalah kutipan sambutan Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno, yang selalu dipegang teguh Kapolsek Pagimana Iptu Musa, sebagai anggota Polri dalam menjalankan menjalankan kewajibannya untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat serta menegakan hukum.
Tak hanya sekedar kutipan, tapi kalimat itu memberikan dampak positif dalam kinerja jajaran Polsek Pagimana yang dinahkodai Iptu Musa. Salah satunya saat Polsek Pagimana membuka bengkel gratis saat bulan suci ramadan 2017 lalu. Dengan keberadaan bengkel gratis ini, masyarakat terbantu apalagi yang sedang mudik.
Masyarakat tidak kesulitan mencari bengkel, apalagi sampai menguras isi dompet. Semua tersedia. Uniknya lagi, yang memperbaiki masalah teknis kendaraan roda dua seperti pecah ban, ganti oli dan lainnya langsung dilayani oleh anggota Polri jajaran Polsek Pagimana.
Nah, ini adalah tindakan kecil, tapi dampaknya positifnya besar. Masyarakat lebih dekat dengan Polri melalui pelayanan bengkel gratis. “Saya selalu berpegang teguh dengan pesan pak Kapolres Banggai, bahwa berbuatlah yang kecil tapi besar dampaknya. Dan salah satunya adalah bengkel gratis saat ramadan 2017 lalu,” tutur Kapolsek berkulit hitam eksotik itu.
Tak hanya itu, Kapolsek Pagimana juga dikenal ‘sangar’ dalam hal pemberantasan minuman keras (miras), narkoba, judi dan penyakit masyarakat lainnya.
Miras jenis cap tikus misalnya. Kapolsek bersama anggotanya serta melibatkan unsur Muspika dan pemerintah desa setempat harus berjibaku berjalan kaki berkilo-kilo meter, menyeberangi sungai, mendaki gunung demi memberantas prosuksi miras. Bahkan Kapolsek dengan langkah tegas membakar pabrik barang haram tersebut. Pemiliknya pun diamankan, dibina, lalu dibuatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Semua ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Kabupaten Banggai, khususnya masyarakat di wilayah hukum Polsek Pagimana. Sebab sudah menjadi rahasian umum, bahwa miras adalah sumbernya kejahatan.
“Kalau ada yang tanya miras masih ada di Pagimana, saya bilang masih. Tapi ingat, wilayah Pagimana sudah 80 persen bebas miras. Sisanya ini, kalau saya tahu lokasi produksinya maka saya bakar,” tegas Iptu Musa.
“Dalam berantas miras, medannya cukup berat. Nyebrang sungai, naik gunung dan jalan kaki sampai 5 kilometer,” kenang Kapolsek yang hari ini (6/9) sudah melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) di Mapolres Banggai tersebut.
Kapolsek menyatakan, kelompok-kelopok pemuda yang dulunya sering mengkonsumsi miras di lorong-lorong dan tepi jalan, sudah bisa diatasi. “Alhamdulillah kami bisa rangkul. Semoga Kapolsek selanjutnya bisa dilanjutkan lagi, bahkan ditingkatkan,” kata perwira lulusan 2013 itu.
Prestasi Iptu Musa juga bisa dilihat saat mengawal peraturan daerah (perda) hewan ternak yang berkeliaran di jalan umum, karena sangat mengancam keselamatan pengendara. Seperti Perda hewan ternak di Kecamatan Lobu dan Pagimana. “Kalau Lobu sudah. Di Pagimana, dua pekan lalu sudah dikawal,” katanya.
Perda ini tentunya akan berdampak positif bagi pengendara. Dulunya mengalami kecelakaan karena menabrak hewan ternak, sekarang ini bisa diminimalisir.
Di akhir masa jabatannya sebagai Kapolsek Pagimana, perwira dua balak berbadan tinggi tegap itu dikukuhkan sebagai sesepuh suku Bajo yang ada di Desa Jayabakti, Kecamatan Pagimana. Iptu Musa diberikan gelar kehormatan karena dianggap berjasa dalam menciptakan situasi Kamtibmas di wilayah Pagimana, khususnya di Desa Jayabakti.
Pengukuhan itu dilakukan oleh Ketua Lembaga Adat Bajo dan Kades Jayabakti dengan memasangkan siga dan selempang pinggang khas suku Bajo kepada Kapolsek Pagimana.
Pencapaian semua ini, kata Iptu Musa, tidak terlepas dari peran semua pihak yang percaya terhadap Polri untuk menangani masalah warga berbasis kearifan lokal, sehingga gangguan Kamtibmas bisa ditekan dan menurun.
Mantan KBO SatIntelkam Polres Palu ini juga menuturkan, penghargaan adat suku Bajo ini merupakan sebuah kebanggaan buatnya secara pribadi untuk dikenang.
“Ini merupakan bukti prestasi terbangunnya kepercayaan Polri di Kecamatan Pagimana, karena berkat kerja seluruh personil Polsek Pagimana dan unsur Muspika,” tandasnya.
Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno sangat mengapresiasi upaya dan prestasi yang dilakukan Iptu Musa. Kapolres mengharapkan agar kinerja positif yang dilakukan di Polsek Pagimana dapat dilanjutkan, bahkan ditingkatkan di tempat tugas yang baru.
“Saya sangat salut lihat anak buahnya (Iptu Musa,red) yang rela kehujanan demi mengamankan lomba gerak jalan di Pagimana,” kata Kapolres, kemarin.
Hari ini (6/9), Kapolsek Pagimana diganti dengan Kapolsek yang baru. Semoga apa yang diraih Iptu Musa dapat diteruskan dan ditingkatkan lagi. Amin.(*)

About uman