Home » Politik » Pasukan Kuning dan Nasi Goreng
Pasukan Kuning dan Nasi Goreng
Bupati Banggai Herwin Yatim bersama Ketua DPRD Banggai Samsulbahri Mang di pelataran kantor Kelurahan Mangkio Baru, Minggu (3/9).

Pasukan Kuning dan Nasi Goreng

LUWUK– Candaan politik Bupati yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Banggai, Herwin Yatim bersama Ketua DPRD yang juga Ketua DPD Partai Golkar Samsulbahri Mang mewarnai pelepasan warga di pelataran kantor Kelurahan Mangkio, Minggu (3/9).
Candaan itupun sedikit mengurangi keharuan yang sedang melilit warga Muna, menyusul empat dari enam warga yang akan dikembalikan ke daerahnya berasal dari Muna Provinsi Sulawesi Tenggara.
Itu berawal dari sambutan lisan Samsulbahri Mang. Dia mengatakan, di Sulteng Kabupaten Banggai mampu menunjukkan kehebatannya. Dari sisi pengelolaan keuangan, daerah ini terbilang baik. Hal ini tidak lepas dari peran seluruh masyarakat dari berbagai etnis. Terlebih lagi buat Herwin Yatim yang memimpin daerah ini.
“Selain kitorang yang beragam etnis baku sayang, Bupati juga harus kita sayang. Kalau tidak, maka bupati tidak akan sayang kita,” kata Bali Mang. Menjadi kepala daerah sambung Bali Mang, tidaklah mudah. Selain banyak belajar juga harus rajin beribadah.
Herwin ternyata tak mau kalah. Selain memberi support positif kepada masyarakat, ‘peluru’ candaan telah disiapkannya. Kata Herwin, ketika Kabupaten Banggai mampu mempertahankan piala Adipura Kencana selama tiga kali berturut-turut, maka pemerintah pusat akan memberi tambahan anggaran. Nah, apabila ini terjadi, sudah barang tentu biaya insentif bagi pasukan kuning akan ditambah. “Pak ketua (Bali Mang) ketawa, saat saya sebut pasukan kuning. Iya, karena warna partai politiknya,” ucap Herwin.
Terus terang sambung Herwin, saat gejolak antaretnis terjadi, tidak ada petugas kebersihan yang turun ke jalan. Terpaksa tugas itu dihandel sementara oleh Satpol PP. “Saya perintahkan Rido (ajudan Bupati) memimpin Satpol PP untuk membersihkan sampah di jalan,” ucap Herwin.
Herwin rupanya menggaris bawahi pernyataan Bali Mang siang kemarin yang mengaku istrinya kesulitan mencari rempah-rempah di pasar Simpong, akibat sepinya pedagang. Dan solusinya adalah membuat nasi goreng. “Saya sepakat dengan membuat nasi goreng. Sebab nasi goreng identik dengan warna merah,” ucap Herwin sembari diamini para warga. (yan)

About uman