Home » Berita Utama » Isak Tangis Warnai Pemulangan
Isak Tangis Warnai Pemulangan
MENANGIS: Ketua Adat Muna Kabupaten Banggai, H. Tolori Ribangka (tengah) dan Ketua KKST Kabupaten Banggai H. Labelo bersama warga Muna yang dipulangkan, tidak dapat menahan tangis, Minggu (3/9).

Isak Tangis Warnai Pemulangan

LUWUK– Isak tangis langsung pecah setelah tokoh Buton-Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Haji Labelo memberikan sambutan pada penandatanganan pemulangan warga di halaman kantor Kelurahan Mangkio Baru Kecamatan Luwuk, Minggu (3/9). Tidak terkecuali, Bupati Banggai Herwin Yatim, Ketua DPRD Samsulbahri Mang dan sejumlah pejabat lainnya juga terhanyut dalam kesedihan yang mandalam.
“Ini sebuah sejarah di Kabupaten Banggai. Dan ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ucap Haji Labelo dengan suara terbata-bata.
Haji Labelo yang turut membubuhi tanda-tangan 11 kesepakatan di kantor DPRD Banggai tanggal 28 Agustus 2017 lalu itu berharap adik-adik kita agar dibina dan dididik, sehingga peristiwa ini tidak terulang dimasa akan mendatang. Apa yang menjadi keputusan di kantor dewan lanjut Haji Labelo akan berlaku juga buat semua etnis yang tinggal di Kabupaten Banggai.
Pernyataan penutup Haji Labelo menambah suasana makin haru. Dia mengaku, warga yang dikembalikan ke daerah asal, sudah cukup lama menetap di Kota Luwuk. Namun karena itu sudah menjadi bagian dari konsekwensi sekaligus sudah disepakati semua etnis, maka keputusan itu harus dilaksanakan. “Kedepan mari kita jaga Kabupaten Banggai ini tetap kondusif. Sehingga peristiwa memiriskan ini tidak terulang kembali,” tutup Haji Labelo.
Pelepasan ditandai dengan penandatangan penyertaan atas hasil dialog kebangsaan oleh warga yang akan meninggalkan Kabupaten Banggai. Penandatanganan itu turut disaksikan Bupati Herwin Yatim, Ketua DPRD Banggai, Samsulbahri Mang, Kepala Kesbangpol Alfian Djibran, anggota DPRD Banggai, Moh. Djufrie Diko, tokoh Saluan yang juga Ketua PMI Kabupaten Banggai, Fuad Muid beserta para tokoh Buton dan tokoh Muna.
Para warga mendapat dana kerohiman dari pemerintah melalui Lurah Mangkio Baru Muzakir, bantuan dari Nurul Indah Dalilah finalis Putri Pariwisata Indonesia 2017 peraih kategori putri perdamaian serta bantuan dari Pemuda Kampung Baru yang diserahkan oleh Upa.
Adapun warga yang meninggalkan Kabupaten Banggai yang ditandai dengan menandatangani surat pernyataan diatas materai itu, Waode Ramia suku Muna, Wasanufi suku Muna, Lahaluma suku Muna, Wamini suku Muna, Rusdin suku Bugis dan Krismantio suku Gorontalo.
Sementara pihak yang menyetujui masing-masing, Ketua Adat Muna Kabupaten Banggai, H. Tolori Ribangka, Ketua KKST Kabupaten Banggai H. Labelo, Ketua KKSS Kabupaten Banggai H. Moh. Amin, tokoh KKIG Kabupaten Banggai H. Rasyid Diko dan mengetahui dua Lurah, Mangkio Baru Muhammad Zakir dan Lurah Hanga-Hanga Permai Fatria Anugrah A. Djalal. (yan)

About uman