Home » Berita Utama » Sempat Khawatir Hadapi Pendemo
Sempat Khawatir Hadapi Pendemo
Samsulbahri Mang bersama Kepala Kesbangpol Kabupaten Banggai, Alfian Djibran dan perwakilan masyarakat Kecamatan Kintom di Rujab Ketua DPRD Banggai, Rabu (30/8) kemarin.

Sempat Khawatir Hadapi Pendemo

LUWUK-Samsulbahri Mang mengaku sempat khawatir saat menghadapi ratusan pendemo. Apalagi saat peserta aksi yang sedang tersulut amarahnya. Untuk meredam kekhawatirannya, Ketua Ketua DPRD Banggai ini mengaku banyak berdoa.
“Terus terang saya was-was. Sebelum menemui para pendemo, saya berdoa agar Allah melindungi,” kata Bali Mang bertempat di rumah jabatan (rujab) Ketua DPRD Banggai, Rabu (30/8).
Siang kemarin, Rujab Ketua DPRD yang berada di jalan Urip Sumoharjo Kecamatan Luwuk itu ramai. Selain Kepala Kesbangpol Kabupaten Banggai, Alfian Djibran, panitia Porkab, aparat intelejen juga terlihat sejumlah warga dari desa Koyoan, Lontio dan warga Kecamatan Kintom.
Bukan pertemuan resmi. Akan tetapi itu tidak lebih dari kongko-kongko sekaligus ajang curhat. Bali Mang yang mengenakan kameja putih banyak bercerita tentang pengalamannya saat menghadapi pendemo.
“Saya sempat berpikir. Bagaimana caranya agar massa yang terkosentrasi di jalan Pelita bisa kembali ke kantor dewan. Saya pun berinisiatif mendatangi massa yang sebagian memegang bambu runcing dan parang terhunus,” kata Bali Mang. “Dan saya senang mereka kembali, sehingga tidak terjadi kontak fisik,” tambah Bali Mang.
Saat menyambangi ratusan pendemo di depan kantor DPRD Banggai yang marah besar, Bali Mang awalnya enggan. “Sempat terlintas di benak untuk tidak mendatangi massa. Karena khawatir akan terjadi apa-apa,” ucap dia. Tapi alhamdulillah kata Bali Mang, kemarahan massa mereda, setelah dia mendekat dan mengajak dialog.
Wakapolda Sulteng tambah Bali Mang, sempat bertanya, mengapa berbeda cara menghadapi warga Muna dan warga Saluan pada dua tempat terpisah. Dan Bali Mang punya jawabannya.
“Kita harus bisa membaca psikologis baik massa yang sedang marah maupun yang tidak. Kalau yang sedang marah kita berkelakar, maka bisa badarah mulut,” ucap Bali Mang. (yan)

About uman