Home » Berita Utama » Polisi Buru Aktor Intelektual
Polisi Buru Aktor Intelektual
Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno memberikan arahan kepada anggotanya saat apel pasukan di halaman Mapolsek Kintom, Selasa (29/8).

Polisi Buru Aktor Intelektual

LUWUK-Aksi demo yang berujung bentrokan di depan kantor DPRD dan desa Koyoan kecamatan Nambo membuat polisi memburu aktor intelektual dibalik bentrokan tersebut.
Saat ini polisi juga masih mengejar puluhan warga yang diduga sebagai provakator dalam bentrokan yang menelan korban warga sipil dan anggota polisi tersebut.
Kabag Ops Polres Banggai, Kompol Margiyanta saat dikonfirmasi membenarkan, pihaknya masih mengejar sejumlah warga yang diduga sebagai provakator dalam bentrokan antar petugas gabungan TNI-Polri dengan masyarakat.
“Ada sekitar 10 orang lebih yang masih dikejar,” ungkapnya, Rabu (30/8).
Ditanya lebih jauh soal taget buruan aktor intelektual, Margiyanta belum bisa membeberkan. “Pastinya kami sedang kejar aktor yang memobilisasi massa,” tandas Margiyanta.
Ia menyatakan, selain memburu provakator di balik bentrokan tersebut, pihaknya saat ini sedang melaksanakan patroli di beberapa titik, seperti merazia benda tajam, minuman keras dan barang-barang berbahaya lainnya. Salah satunya di wilayah Kecamatan Kintom.
Dikatakan, razia ini dilakukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif pasca bentrokan Senin lalu. “Razia akan rutin digelar,” tandas Margiyanta.
Sementara itu, informasi yang dihimpun menyebutkan, pihaknya kepolisian kembali mengamankan tiga warga di Kecamatan Kintom yang diduga sebagai provokator dalam bentrokan di Desa Koyoan, Kecamatan Nambo pada Selasa malam (29/8). Dengan demikian, sekira 21 warga yang sudah diamankan polisi. Meski demikian, pihak kepolisian belum merilis resmi jumlah warga yang berhasil diamankan petugas.
Sebelumnya, Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menuturkan, dari bentrokan tersebut, petugas gabungan Polri dan TNI telah mengamankan 18 pelaku. Di mana delapan orang diduga melakukan pengrusakan, delapan orang memiliki senjata tajam, dan dua orang melakukan pelemparan batu.
“Korban dari Polri satu personil luka lemparan di kaki. Sedangkan masyarakat lima orang dirawat di RSUD,” jelasnya.
Turut pula disita barang bukti berupa empat anak busur, sepuluh badik, dan sepeda motor 17 unit. “Saat ini situasi sudah dapat dikendalikan, baik personel Polri serta masyarakat yang terluka juga sudah dapat dipulangkan setelah dirawat di RSUD Banggai,” tandas Martinus.(awi)

About uman