Home » Metro Luwuk » Dampak Konflik, Anak-anak Trauma
Dampak Konflik, Anak-anak Trauma
Kepsek SMPN 1 Luwuk, Moh Amin saat memulangkan sejumlah siswa yang telah dijemput oleh orang tuanya, Kamis (24/8).

Dampak Konflik, Anak-anak Trauma

LUWUK— Konflik Horizontal yang terjadi akhir akhir ini di kota Luwuk berdampak negatif pada anak-anak, khususnya yang masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah dasar.
Suasana mencekam yang terjadi pada Kamis (24/8) lalu, membuat mereka trauma. Bagaimana tidak, anak-anak harus dipulangkan saat mereka masih menjalani proses belajar mengajar. Belum lagi mereka menyaksikan dengan mata telanjang saat masyarakat tumpah ruah di jalanan kota Luwuk, seperti di pertokoan, pasar simpong, pelabuhan, tempat pelelangan ikan, maupun di wilayah Kelurahan Mangkio Baru dan sekitarnya.
Tak hanya itu, anak-anak juga mendengarkan langsung rentetan senjata, baik yang dikeluarkan pada Kamis (24/8) maupun Senin (28/8) lalu. Tembakan itulah membuat mereka ketakutan. Bahkan segan menginjakan kakinya ke sekolah.
“Anak saya sekarang takut ke sekolah,” ujar seorang ibu kepada Luwuk Post, Selasa (29/8).
Sebelum konflik kata dia, anaknya rajin ke sekolah, bahkan ke sekolah sendiri. Tapi sekarang harus diantar jemput. Kata dia, konflik ini sangat berdampak negatif. Selain ketakutan, secara tidak langsung anak-anak diajarkan tindakan-tindakan premanisme.
“Nah ini yang bahaya,” kata ibu berhijab yang namanya tak mau dikorankan itu.
‘Saya berharap semoga konflik seperti ini tidak terulang lagi. Kasian anak-anak yang jadi korban,” harapnya.
Sementara itu seorang warga Luwuk Arman meminta kehadiran pemerintah daerah untuk menetralisir kondisi seperti, salah satunya mengembalikan kondisi psikologi anak seperti semula. Kata dia, ada instansi yang di bidang perlindungan anak. “OPD ini harus sigap, berikan pemulihan psikologi ke anak-anak,” tandasnya.(awi)

About uman