Home » Berita Utama » Satreskrim Lakukan Olah TKP
Satreskrim Lakukan Olah TKP
Penyidik Satreskrim Polres Banggai melakukan olah TKP di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk yang merupakan salah titik dugaan penganiayaan korban Nurholis, Sabtu (26/8).

Satreskrim Lakukan Olah TKP

LUWUK – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banggai akhirnya melakukan olah TKP di beberapa titik tempat kejadian perkara (TKP) kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seorang warga Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Nurholis Saputra Dayanun (20), Sabtu (26/8).
Dari olah TKP tersebut, satuan yang dipimpin AKP Rizky Pratama menemukan beberapa bahan, baik keterangan saksi maupun barang bukti. Semua ini dilakukan untuk merampungkan berkas perkara kasus yang sangat menyedot perhatian masyarakat Kabupaten Banggai ini.
Meski begitu, Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Rizki Pratama saat dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangan karena demi kepentingan penyidikan.
Sebelumnya, Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno, mengungkapkan, pihaknya sudah menetapkan 7 tersangka dari 10 terduga pelaku yang diamankan. Dari tujuh tersangka tersebut, empat orang dewasa, sementara tiga masih kategori anak di bawah umur.
“Sudah ada 7 tersangka. Mereka ini bukan hanya warga Muna saja, ada juga Saluan maupun Gorontalo,” beber Kapolres kepada Luwuk Post, Kamis pekan kemarin.
Untuk tiga tersangka yang masih di bawah umur kata dia, akan diperlakukan khusus. Sementara untuk tersangka lainnya akan digenjot proses penyidikannya agar berkas perkara segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banggai.
Mantan Kapolres Bangkep ini meminta kepada masyarakat Kabupaten Banggai agar menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian. “Kami akan proses kasus ini dengan cepat,” katanya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat selalu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Jangan gampang terprovokasi dengan isu isu sesat yang justru akan memperkeruh situasi.
‘Saya harap masyarakat tenang,” harapnya. Sementara itu Kapolres saat ditanya kembali soal kronologis lengkap kasus penganiayaan tersebut, belum bisa membebarkan. “Kami belum bisa sampaikan, karena demi kepentingan penyelidikan,” jawabnya.(awi)

About uman