Home » Berita Utama » Pertokoan Tutup, Siswa Dipulangkan Lebih Awal
Pertokoan Tutup, Siswa Dipulangkan Lebih Awal
Puluhan kapal berlabuh di luar teluk lalong dan tidak melayani pelayaran rute Luwuk-Bangkep dan Luwuk-Banggai, menyusul aksi demo.

Pertokoan Tutup, Siswa Dipulangkan Lebih Awal

LUWUK-Roda ekonomi kota Luwuk, Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah lumpuh total, kemarin. Sejumlah pemilik toko memilih tidak beraktivitas, akibat aksi demo dari kelompok massa yang menamakan diri Mian Saluan Tumpunulipu Kecamatan Kintom, Kamis (24/8).
Salah satu pedagang toko bahan bangunan di kompleks pertokoan pada koran ini menyatakan, lebih memilih untuk menutup tokonya untuk menghindari kejadian-kejadian yang tak diinginkan. Ia berharap, pemerintah daerah bersama intansi terkait dapat menyelesaikan persoalan yang tengah terjadi saat ini. “Kami sudah lama di Luwuk kami sangat mencintai Luwuk dan kami ingin Luwuk tetap aman dan damai,” jelasnya, Kamis (24/8).
Aksi massa masyarakat Saluan itu juga melumpuhkan aktivitas moda tranportasi laut yang selama ini digunakan masyarakat menuju daerah tetangga, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Kabupaten Banggai Laut (Balut). Seluruh kapal motor yang kemarin pagi berlabuh di pelabuhan rakyat Luwuk memilih berlabuh di luar pelabuhan dan hingga Kamis malam terpaksa tidak melayani rute Luwuk-Bangkep dan Luwuk-Banggai.
Tak hanya itu, sejumlah siswa SD, SMP dan SMA dalam Kota Luwuk juga dipulangkan oleh pihak sekolahnya masing-masing. “Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Orang tuanya yang harus menjemput,” jelas Kepsek SMP Negeri 1 Luwuk Muhammad Amin, Kamis (23/8). Imbas demo juga berlanjut hingga tadi malam. Sejumlah tempat hiburan dan warung kopi yang biasanya ramai, mendadak sepi. Warkop-warkop yang beroperasi di dalam komplek Luwuk Shopping Mall, nyaris tak ada yang buka.(bd)

About uman