Home » Berita Utama » Kapal Muat Jenazah Diterjang Ombak
Kapal Muat Jenazah Diterjang Ombak
Salah seorang korban kapal longboat (kaos putih) memeluk keluarganya saat tiba di pelabuhan Luwuk, Rabu (23/8) sekira pukul 22.45 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kapal Muat Jenazah Diterjang Ombak

LUWUK— Kapal longboat yang mengantar seorang mayat perempuan dari Luwuk tujuan Desa Lukpanenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Bangkep terbalik akibat terjangan ombak di perairan Sabang, Rabu (23/8) sekira pukul 15.00 Wita.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kapal milik Baktiar Mapata yang dicarter itu juga berisi 9 penumpang dan 2 ABK. Ada sebagian korban yang sudah teridentifikasi. Mereka adalah Trina, Olpin, Rio, Dedi, Didi, seorang pendeta perempuan, seorang balita berumur 3 tahun, seorang anak berumur 5 tahun dan 2 ABK serta identitas mayat bernama Silvie Simbil.
Anggota Basarnas Luwuk Widodo saat dikonfirmasi Luwuk Post memastikan semua korban sudah berhasil ditemukan dengan selamat, sekira pukul 17.30 Wita. “Selesai evakuasi pukul 19.00 Wita,” tuturnya.
Dikatakan, saat melakukan pencarian di sekitar perairan Sabang, kapal tengker KM Dewa Yani yang melakukan pencarian bersama berhasil menemukan kapal longboat dan langsung mengevakuasi kapal dengan seluruh korban ke Desa Bone Bakal, Kecamatan Lamala.
“Seluruh korban langsung dibawa menggunakan kapal milik Basarnas menuju Luwuk,” tutur Widodo, kemarin malam.
Ia menuturkan, sebelumnya, kapal longboat terbalik ini dilaporkan oleh seorang warga Kelurahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Selatan, Stenly, bahwa kapal jenis longboat dengan panjang 11 meter, lebar 2 meter dengan kecepatan 10 knot dari Luwuk, Kabupaten Banggai menuju Bangkep.
Saat itu, pihaknya langsung mengecek titik koordinat yang diperkirakan 01° 04′ 00″ s 122°56’00″E. Lalu sekira pukul 15.15 Wita, tim rescue bergerak menuju LKM ETA PD TW 0823 dengan menggunakan KN 204.
Kemudian PD TW 0823 15.15 tim rescue bergerak menuju LKM ETA PD TW 0823 16.45 dengan menggunakan kN 204.
“Proses pencarian sempat terhalang dengan ketinggian ombak mencapai 1,5 meter,” paparnya.
Kapal longboat ini dicarter keluarga (korban) untuk menjemput jenazah yang diterbangkan dari Jakarta-Luwuk. Rencananya jenazah tersebut dimakamkan di Desa Lukpanenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Bangkep. Namun naas setelah berada di perairan Sabang, kapal tersebut terbalik diterjang ombak.
Sementara itu nahkoda kapal longboat, Bahtiar mengaku sudah mendapat firasat tidak baik sejak berlayar dari Luwuk, karena kondisi laut yang tidak bersahabat. “Sudah dari bulan Juli ombaknya kencang,” tuturnya.
Namun Ia tetap memaksakan diri membawa jenazah tersebut hingga ke tempat tujuan karena desakan dari keluarga. “Saya tanya keluarga kalau ragu kita balik ke Luwuk, namun keluarga hanya diam saja,” akunya.
Om Tiar—sapaan akrabnya mengaku saat terbalik Ia hanya bisa menginstruksikan seluruh penumpang agar tenang dan tetap berpegangan di badan kapal miliknya, seraya menunggu bantuan. “Untung penumpang masih sempat menghubungi keluarganya sebelum kapal terbalik, karena setelah itu semua barang tidak ada lagi yang bisa diselamatkan, termasuk handphone, jenazah saja sudah hanyut jauh tapi karena tanggung jawab saya berupaya menariknya,” terangnya.
Sekira tiga jam mengapung, barulah melintas kapal kontainer, yang kemudian menolong mereka serta jenazah. Dan tidak lama kemudian barulah datang kapal dari Basarnas Luwuk. “Kalau kondisi perahu saya baik, tidak ada masalah, cuma memang karena ombak yang kencang, orang Basarnas saja akui kalau ombaknya kencang,” ungkapnya. (awi/gom)

About uman