Home » Berita Utama » Empat Pelaku Ditangkap
Empat Pelaku  Ditangkap
Tiga pelaku dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolres Banggai.

Empat Pelaku Ditangkap

LUWUK— Kota Luwuk bergolak. Keluarga korban dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian spontan turun ke jalan dan membakar ban bekas. Akses jalan pun lumpuh total di beberapa ruas jalan, Selasa malam (22/8) sekira pukul 19.00 Wita.
Aksi ini sebagai bentuk kekesalan keluarga korban terhadap sejumlah pelaku yang menganiaya Nurholis (20) di kompleks Kehutanan, Kelurahan Mangkio Baru, Kecamatan Luwuk Selasa dini hari (22/8) sekira pukul 01.00 Wita.
Selain itu, keluarga korban juga mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku dan sesegara mungkin diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Desakan ini sebagai bentuk antisipasi gejolak yang tak diinginkan.
“Tegakan hukum agar tidak melebar ke yang lain,” tandas seorang keluarga korban saat bertemu langsung dengan Wakapolres Banggai Kompol Doni Prakoso Widamanto di Aula Cakra Manggala Mapolres Banggai, kemarin malam.
Selain itu, mereka juga meminta pihak kepolisian transparan dalam penegakan hukum.
Pria berkopiah hitam itu juga menyatakan, pihak kepolisian harus secepatnya memediasi persoalan ini. Sebab yang dikhawatirkan merembet ke masalah lain.
Wakapolres Banggai Kompol Doni Prakoso Widamanto saat menjawab tuntutan keluarga korban menyatakan, pihaknya serius dalam menangani kasus ini. Buktinya, kejadian terjadi Selasa dini hari, paginya pelaku sudah berhasil ditangkap. “Kami serius, tidak ada yang tidak serius,” tandasnya.
Dikatakan, penegakan hukum itu berjalan transparan. Pihaknya juga siap diawasi. Kompol Doni menjelaskan, penegakan hukum butuh proses. “Kami komitmen menegakan hukum dan menjaga keamanan,” ujarnya.
Perwira berkaca mata ini sangat menyesal tindakan keluarga korban yang membakar ban sehingga mengakibatkan akses jalan lumpuh, serta mengganggu situasi Kamtibmas. “Kami kecewa. Padahal kami sudah bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini,” kata Kompol Doni.
Ia mengharapkan keluarga korban dan semua pihak manahan diri. Jangan bertindak di luar koridor hukum. Kalaupun ada langkah mediasi, pihak kepolisian siap fasilitasi. “Mari kita jaga Kabupaten Banggai yang aman dan damai,” ajaknya.
Ia juga menambahkan, pihaknya akan seoptimal mungkin memproses kasus ini. “Akan secepatnya diproses,” kata Kompol Doni.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, pihak kepolisian sudah berhasil menangkap empat pelaku. Mereka adalah MR, BA, HL dan AD. Tiga pelaku MR, BA dan HL ditangkap pagi hari, sementara AD ditangkap malam sekira pukul 23.00 Wita.
Sebelumnya, korban ditemukan tak berdaya di depan FKM Untika, kompleks Kehutanan, Kelurahan Mangkio Baru, Kecamatan Luwuk, Selasa dini hari (22/8) sekira pukul 01.00 Wita. Di samping korban juga ditemukan sebilah parang panjang.
Saat itu, seorang anggota Satpol PP Sunandar Bakari (33) yang mengetahui korban tergeletak langsung melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banggai.
Pihak kepolisian yang mendatangi langsung membawa korban ke RSUD Luwuk untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari hasil penyelidikan awal kepolisian, sebelum korban tergeletak, korban sempat terlihat di rumah seorang warga setempat berinisial AN.
Setelah itu, korban yang diketahui bekerja sebagai tenaga honorer petugas pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Banggai ini langsung pergi meninggalkan rumah AN. Saat itu korban berboncengan dengan DA.
Tak selang berapa lama, korban sudah ditemukan tergeletak dengan kondisi memar di bagian wajah. Ada juga bercak darah di aspal sekitar korban.
Meski demikian, Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Rizky Pratama yang tidak berada di Polres Banggai saat dikonfirmasi wartawan via telepon untuk mengetahui kronologis lengkap belum memberikan keterangan.
Sementara itu berdasarkan amatan Luwuk Post, masyarakat yang mengatasnamakan keluarga korban terus berdatangan ke Mapolres Banggai. Mereka ingin memastikan keberadaan pelaku di dalam sel tahanan Mapolres Banggai. Beberapa perwakilan pun diberikan kesempatan untuk melihat pelaku dari balik jeruji besi. Bahkan ada yang mengabadikan wajah pelaku dengan handphone, baik foto maupun video.
Setelah mengetahui keberadaan pelaku, ratusan warga yang berada di luar pagar Mapolres Banggai langsung membubarkan diri dan dikawal ketat pihak kepolisian.
Meski begitu, masih ada saja warga yang terus berdatangan ke Mapolres Banggai. Mereka seakan tak percaya pelaku sudah ditangkap. Kedatangan mereka juga hanya untuk memastikan kinerja kepolisian agar kasus ini tidak merembet ke masalah lain.
Selain itu, hingga berita ini dikorankan, api masih menyala di sejumlah ruas jalan, baik di kota Luwuk maupun sekitarnya. Seperti di Kelurahan Maahas, Kelurahan Kompo, Kelurahan Simpong, Kelurahan Karaton, Kelurahan Jole dan di tugu Adipura.
Sementara, pihak kepolisian juga memasang road blocker (ranjau paku) di sejumlah ruas jalan menuju Kelurahan Mangkio Baru. Pemasangan ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Aparat keamanan, baik TNI maupun Polri dengan persenjataan lengkap terlihat sigap mengantisipasi potensi gejolak yang terjadi. Beberapa titik yang dianggap rawan pun dijaga ketat.(awi)

About uman