Home » Berita Utama » Pakaian Berubah Warna Coklat hingga Sepatu Terlepas
Pakaian Berubah Warna Coklat hingga Sepatu Terlepas
Lapangan Salabenda, Bunta penuh lumpur saat penuruan bendera, Kamis (17/8). Kendati demikian, Paskibraka menjalankan tugas dengan baik.

Pakaian Berubah Warna Coklat hingga Sepatu Terlepas

Indonesia memperingati ulang tahun ke 72 Republik Indonesia, kemarin (17/8). Banyak lomba digelar. Tua muda berkumpul, bersuka cita, tertawa lepas, menikmati perjuangan pendahulu saat melawan penjajah dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Dari sekian banyak kegiatan digelar, masyarakat lebih fokus pada upacara detik detik proklamasi. Selain terlibat sebagai peserta upacara, masyarakat ingin melihat langsung Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengibarkan sang saka merah putih. Ini bisa disaksikan di seluruh wilayah tanah air, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan hingga ke desa.
Di Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, 45 Paskibraka dapat menjalankan tugas dengan baik saat mengibarkan bendera. Tapi saat penurunan bendera, Paskibraka dari SMA Negeri 1 Bunta harus menghadapi suasana berbeda.
Sejak pukul 13.00 Wita, kota Bunta, ibu kota Kecamatan Bunta ini diguyur hujan hingga waktu penurunan bendera. Lapangan Salabenda, tempat upacara detik detik proklamasi tergenang. Meski begitu, semangat juang Paskibaraka binaan Polsek dan Koramil Bunta ini tak kendor.
Hentakan kaki yang tegas memancarkan lumpur kecoklatan ke pakaian putih putih. Dinas kebanggaan Paskibraka itu berubah warna seketika. Dari kaki ke pinggang warna coklat, sementara dari pinggang hingga ke bagian leher masih putih dengan bercak becek. Selain itu, mereka harus menahan rasa dingin.
Aksi mereka pun menuai decak kagum dari peserta upacara dan masyarakat. Tak terkecuali Kapolsek Bunta Iptu Candra, yang menjadi Inspektur Upacara (Irup).
“Hujan bukan kendala. Meski (Paskibraka) harus main lumpur. Salut,” kata Iptu Candra kepada Luwuk Post seusai upacara penurunan bendera.
“Malah ada sepatu yang lepas karena becek,” tuturnya lagi.
Kendati demikian, mantan Kasat Narkoba Polres Banggai ini memberikan apresiasi dan kehormatan setinggi-tingginya kepada 45 Paskibraka kecamatan Bunta. Apa yang dilakukan mereka sebagai generasi penerus bangsa ini mencerminkan nilai nilai patriotisme, nasionalisme dan rasa kebangsaan pemuda pemudi Bunta, khususnya Paskibraka.
“Saya bangga dengan mereka. Meski mereka tidak semewah Paskibraka di kota, tapi jiwa patriotisme tidak diragukan,” katanya.
Candra mengharapkan, jiwa kebangsaan dan patriotisme bagi pemuda pemudi generasi penerus bangsa harus tetap digelorakan. Dan menjadi contoh bagi generasi muda di wilayah lain, bahwa inilah bukti pemuda pemudi Bunta mencintai Indonesia.
“Kenapa kebangsaan dan patritisme harus dipertahankan, karena untuk keberlangsungan berbangsa dan bernegara agar Indonesia dapat berdiri kokoh dan disegani di mata dunia Internasional,” harap Candra dengan rasa haru bercampur bahagia.(awi)

About uman