Home » Berita Utama » Gaya Kepemimpinan Herwin seperti Sudarto
Gaya Kepemimpinan  Herwin seperti Sudarto
Djar’un Sibay

Gaya Kepemimpinan Herwin seperti Sudarto

LUWUK—Tokoh senior partai politik, Djar’un Sibay memuji kepemimpinan Herwin Yatim.
Mantan Ketua DPD Partai Golkar dan Ketua DPRD Banggai ini, menyebut gaya kepemimpinan Herwin persis almarhum Sudarto.
Kepada Luwuk Post, Rabu (16/8), Djar’un mengatakan, ada dua nilai plus yang dimiliki Herwin sehingga meskipun baru 1,2 tahun memimpin Kabupaten Banggai, sudah terlihat keberhasilan yang ditorehkan bersama wakilnya Mustar Labolo.
Pertama, Herwin mampu membangun kemitraan yang baik dengan unsur Forkopimda. Kekompakan dan kesolidan antara pemerintah daerah dengan Forkopimda itu tak sekedar memuluskan program kerja. Akan tetapi, masyarakat Kabupaten Banggai juga merasa nyaman. “Kalau para elit pimpinan di daerah bersatu, saya kira rakyat juga akan merasa senang,” kata Djar’un.
Keunggulan kedua Herwin sebut Djar’un adalah keseriusan dalam menjalankan program kerjanya bersama Mustar. Konsolidasi internal birokrasi yang dibangun Herwin sangat efektif. Itu, menjadi modal utama dalam menggerakkan proses pembangunan di daerah. “Dua karakter kepemimpinan yang dipunyai Herwin sangat identik dengan almarhum pak Darto. Makanya tepat jika disebut gaya kepemimpinan Herwin persis Sudarto,” tambah Djar’un.
Satu hal lagi kesamaan gaya kepemimpinan keduanya, yakni terbuka dengan saran yang sifatnya konstruktif. “Pak Darto sangat akomodatif dengan saran. Begitu juga dengan Herwin,” kata Djar’un.

Djar’un menceritakan saat masih menjadi pimpinan parlemen lalong, Djar’un mengusulkan pembangunan ruas jalan dari Soho ke Keles. Begitu pula dengan ruas jalan dari Lalong hingga ke Maahas. Kedua masukkan itu disahuti almarhum Sudarto.
Djar’un mengaku, masih begitu kental persahabatan dengan para mantan Muspida (penyebutan sebelum Forkopimda). Itu dibuktikan dengan masih seringnya berkomunikasi antara dia bersama mantan Kajari Banggai Susili Hardi, mantan Kapolres Banggai Robert Siahaya dan mantan Ketua Pengadilan Negeri Luwuk Ismet Ilahude. “Mereka pernah menelpon saya. Kalau nantinya berulang tahun ke 80, undang mereka agar dapat melihat lagi kondisi Kota Luwuk saat ini,” kata Djar’un. (yan)

About uman