Home » Politik » 2018, PAD Harus Naik Rp250 Miliar
2018, PAD Harus Naik Rp250 Miliar
Saripudin Tjatjo

2018, PAD Harus Naik Rp250 Miliar

LUWUK— Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banggai sebesar Rp138 miliar yang ditargetkan tahun ini, sudah tidak ideal lagi dengan besaran APBD yang dikelola, yakni Rp1,9 triliun lebih. Tahun anggaran 2018 mendatang, sudah sepantasnyalah PAD dinaikkan menjadi Rp200 miliar malah sampai dengan Rp250 miliar,
Ketua Komisi 3 DPRD Banggai, Saripudin Tjatjo punya alasan sehingga saran ini disampaikannya kepada Luwuk Post, Jumat (11/8) kemarin. APBD Banggai tahun depan sudah tembus pada angka Rp2 triliun lebih. Dengan begitu tidak berbanding lurus dengan besaran PAD yang ditargetkan yang hanya berkutat pada angka dibawah Rp140 miliar. Olehnya saran Ketua Harian DPD Partai Golkar Banggai ini, tahun depan PAD bisa dinaikkan hingga Rp250 miliar.
Komisi 3 DPRD Banggai saat ini intens menggelar rapat kerja dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi mitra kerjanya. Pertemuan itu dalam rangka evaluasi serapan anggaran instansi pemerintah.
Menurut Om Arif sapaan akrab senior beringin rindang ini, rata-rata serapan anggaran OPD pada triwulan III ini diatas 50 persen. Bahkan ada yang telah melampauinya. Meski begitu Om Arif mengaku ada juga OPD yang serapan anggarannya berkutat pada 10 persen. “Tidak perlu saya sebutkan OPD yang kerjanya belum optimal itu,” kata dia.
Sebagai komisi ‘pemburu’ PAD lanjut Om Arif, pihaknya tidak berpangku tangan. Melainkan akan terus menggenjotnya lewat rapat evaluasi. Kalaupun motivasi yang diberikan DPRD kepada OPD sudah maksimal, namun serapan anggaran tidak bisa tembus target, maka kata Om Arif akan berkonsekwensi buruk terhadap Kepala OPD tersebut.
“Disini dilihat kepiawaian Kepala OPD. Pak Bupati tentu punya konsep tersendiri, ketika ada Kepala OPD yang tidak mampu mendongkrak PAD sesuai target yang dipatok,” kata aleg dapil II ini. (yan)

About uman