Home » Berita Utama » Wabup Kendur, Golkar Tetap Garang
Wabup Kendur, Golkar Tetap Garang
Mustar Labolo

Wabup Kendur, Golkar Tetap Garang

LUWUK–Wakil Bupati Mustar Labolo mencoba mengendurkan suasana seusai pernyataannya yang memanaskan jagat politik Kabupaten Banggai. Kepada Luwuk Post, kemarin, Mustar kembali meluruskan pernyataannya. “Pertama perlu saya sampaikan bahwa saya dan Pak Bupati sangat menghormati Pak Ketua Dewan (Samsul Bahri Mang),” ujar Mustar dalam siaran pers yang diterima Luwuk Post, Rabu (9/8) malam.
Politikus Gerindra itu menegaskan, hubungan pemerintah daerah dan Bali—sapaan Samsul Bahri Mang—serta Forkopimda sangat dekat. “Bahkan kalau dibilang dekat lahir dan batin. Makanya saat-saat kami berkumpul Forkopimda atau rapat-rapat sangat akrab dan sangat saling menghormati,” paparnya.
Menurut dia, suasana keakraban juga larut pada diskusi-diskusi lepas dan santai. “Bahkan banyak istilah-istilah kami yang membuat kami begitu saling menyatu hati, rasa dan jiwa kami. Kalau boleh saya katakan seperti sahabat-sahabat yang saling merindukan,” katanya.
Guyonan-guyonan seperti yang diutarakannya di Tugu Adipura beberapa waktu lalu, sebenarnya sama halnya dengan yang disampaikannya di Desa Bantayan saat menghadiri Halal Bi Halal keluarga besar Luwok. Kala itu, dia, Bali dan Herwin Yatim diminta menggunakan pakaian adat kehormatan Saluan. “Kehormatan sebuah parang bermata dua dan sebuah tombak khusus yang diberikan oleh sesepuh keluarga besar Luwok, Ayahanda kita yang sangat kita hormati Bapak Djar’un Sibay,” katanya.
Giliran memberikan sambutan, Mustar menyampaikan guyonan-guyonan politik. Itu demi mencairkan suasana saat itu. “Waktu itu saya menyampaikan Pak Ketua ini takos alias bangkok (pedang bermata dua, red) yang diberikan oleh sesepuh keluarga besar Mian Nu Luwok bermata dua. Ini artinya bisa-bisa kami ini diberi mandat khusus untuk bersama dua periode,” katanya.
Suasana pun lebih mencair. Hadirin Halal Bi Halal tertawa lepas. “Ditambah ini diberi lagi Tombak khusus yang melambangkan kekuatan, maka hati-hati bagi yang ingin bertarung akan datang akan berhadapan dengan mandat para leluhur,” kata Mustar sembari menyatakan para hadirin saat itu kembali tersenyum dan tertawa.
Menurut Mustar, setiap kesempatan jika pihaknya bersama Forkopimda, pasti terdapat guyonan-guyonan. Sehingga lebih santai dan akrab. “Tidak ada maksud menantang Pak Ketua. Pilkada masih lama kami bekerja semua untuk masyarakat,” jelasnya.
Saat menghadiri salah satu kegiatan di Kecamatan Toili, Mustar menyampaikan, bahwa Ia terancam sebagai wakil bupati. Sebab, di media telah disebut-sebut Herwin Yatim akan berpasangan dengan Bali. Kemudian dia diwacanakan berpasangan dengan Anti Murad dan Batiah Sisilia Hadjar. Padahal, momen pilkada masih sangat lama. “Orang pada ketawa. Saat Pak Bali menyampaikan sambutan beliau juga syarat dengan jok jok dan guyonan politik yang sangat mantap. Dan beliau berucap Pak Wakil tidak usah khawatir itu cuma isu. Santai saja. Kami pun ketawa lepas,” ujarnya panjang lebar.
Mustar menilai, Bali bukan saja calon mumpuni sebagai Bupati Banggai. Tetapi, juga sangat berpeluang untuk memimpin Provinsi Sulawesi Timur ke depan. “Mengapa tidak? Semua tergantung ikhtiar usaha dan do’a,” katanya.
“Dan pilkada itu pesta rakyat dan sarana demokrasi kita untuk memilih pemimpin. Jangan dibawa dalam suasana seakan akan mau ‘perang dunia’ tapi kita jalani dengan santai, serius dan sukses,” lanjutnya.
KADER GOLKAR TETAP GARANG
Terpisah, Wakil Sekretaris Penggalangan Opini dan Kampanye DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai, Ahmad Ridwan, masih tetap garang menyikapi guyonan Mustar Labolo yang disampaikan pada acara penyambutan adipura itu. Menurut Rid-sapaan akrabnya-pernyataan Mustar merupakan kegalauan politik. “Itu bukan karena percaya diri yang berlebihan. Ini justru karena Mustar belum bisa move on dari pilkada kemarin. Semestinya saat ini Mustar bicara dalam konteks wakil bupati bukan lagi Win Star,” tandasnya.
Rid juga melihat Mustar adalah tipe pemimpin yang haus kekuasaan. Sebab, pilkada baru berlalu 1,2 tahun, Mustar sudah bicara pilkada kedepan. Semestinya, kata dia, Mustar membuktikan kinerja sebagai Wakil Bupati.”Kerjanya sebagai wakil bupati belum terlihat lalu bicara dua periode. Apa itu tidak haus kekuasaan,” ujarnya.
Ia juga tidak peduli apakah pernyataan Mustar disampaikan dalam konteks guyonan atau tidak. “Materi bakusedu (guyonan) itu lahir dari hati. Apa yang dirasakan itu yang diungkapkan dan dilakukan,” tandasnya. (ali/ris)

About uman