Home » Metro Luwuk » Ribuan Pemuda Sulteng Bersatu untuk NKRI
Ribuan Pemuda Sulteng  Bersatu untuk NKRI
Perwakilan pemuda seantero Sulteng saat mengikuti Apel Pemuda Sulteng Bersatu di lapangan Yonif 714/Sintuwu Maroso, Kabupaten Poso, Rabu pagi (9/8).

Ribuan Pemuda Sulteng Bersatu untuk NKRI

KEUTUHAN persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati yang tidak boleh ditawar menawar. Karena itu, dalam konsep bhineka tunggal ika yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, harus ditanamkan dalam sanubari seluruh rakyat Indonesia.
Untuk menyatukan visi dan misi dalam konsep bernegara yang berbhineka tunggal ika tersebut, TNI melalui Satuan Tugas Operasi Teritorial TNI Sintuwu Maroso melaksanakan kegiatan “Apel Pemuda Sulteng Bersatu” di lapangan Yonif 714/Sintuwu Maroso, Kabupaten Poso, Rabu pagi (9/8). Kegiatan ini diikuti sebanyak 1500 orang pemuda-pemudi dari seluruh wilayah di Provinsi Sulteng.
Pensatgas Opster Sintuwu Maroso, Mayor Dedy Afrizal, mengungkapkan, kegiatan yang digagas oleh Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa selaku Dansatgas Opster TNI ini, bertujuan untuk menjadikan para pemuda-pemudi Sulteng sebagai kader pembela dan pemersatu bangsa dan negara, khususnya di wilayah Provinsi Sulteng agar terhindar dari perpecahan bangsa.
Sementara itu, lanjutnya, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh TNI ini, sebagaimana disampaikan dalam sambutannya pada upacara pembukaan Apel Pemuda Sulteng Bersatu, yang dibacakan langsung oleh Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu.
“Apel ini merupakan wujud kebulatan tekad dan penegasan sikap yang kolektif dari insan Pemuda-pemudi Sulawesi Tengah untuk berikrar setia kepada NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,” kata Pensatgas Mayor Dedy mengutip sambutan Gubernur Longki.
Gubernur juga berharap agar para pemuda-pemudi Sulawesi Tengah dapat mempersiapkan diri menjadi ujung tombak pemerintah, aparat pertahanan dan keamanan dalam upaya menangkal segala ancaman dalam bentuk deteksi dini atas sinyal-sinyal yang bisa merusak stabilitas keamanan di wilayah Sulawesi Tengah.
“Dengan demografi yang beranekaragam budaya, adat istiadat dan agama ini bisa menjadi sasaran empuk bagi para pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan, dengan cara mengadu domba dan menyebar fitnah,” ungkapnya.
Olehnya itu, Gubernur mengajak pemuda-pemudi meningkatkan semangat gotong-royong dan toleransi untuk menetralisir praktik adu domba, fitnah serta hoax. Selain itu, mengajak seluruh peserta bekerjasama dalam memutus mata rantai terorisme, radikalisme, dan fanatisme serta menjauhi sikap kekerasan, main hakim, pergaulan bebas dan narkoba.
“Semua ini dapat memperlemah karakter pemuda-pemudi sebagai generasi penerus calon pemimpin Bangsa,” tandasnya.
“Semoga dengan kegiatan ini semakin menumbuhkan semangat kemanunggalan antara TNI dengan rakyat, dalam memperkuat pertahanan nasional dan daerah guna mendukung program pembangunan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah,” harap Gubernur.(pensatgas/awi)

About uman