Home » Politik » Perkuat PDIP di Dapil II
Perkuat PDIP di Dapil II
Jamaluddin

Perkuat PDIP di Dapil II

H. JAMALUDDIN pensiun sebagai ASN sejak tanggal 1 Juni 2017. Jabatan terakhir diembannya adalah Sekretaris Dinas Pertanian, Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Banggai. Pasca tak lagi berkutat di dunia birokrasi, bukan berarti Haji Jamal begitu sapaannya, memilih berdiam di rumah. Dia memilih dunia barunya, yakni politisi.
Lelaki 58 tahun ini mengaku sudah berpikir secara matang untuk terjun di dunia milik para politikus tersebut. Bahkan dia siap berkompetisi pada pileg 2019 mendatang. Tidak sedikit partai politik melamarnya. Namun hanya satu yang mengena di hati Haji Jamal, yakni PDIP.
Ditemui Luwuk Post, Selasa (8/8) kemarin, Haji Jamal mengatakan, ada keinginan Bupati Banggai yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Banggai, Herwin Yatim untuk memperpanjang masa pensiunnya. Tapi tawaran itu tidak diamininya. “Saya ingin ada kaderisasi di tubuh birokrasi,” ucapnya.
Meski begitu tak membuat hati Herwin kecewa. Pasalnya, Haji Jamal menggantikan tawaran itu dengan siap membackup PDIP pada pileg mendatang. Sekalipun berdomisili di Kelurahan Karaton Kecamatan Luwuk (dapil I), namun Haji Jamal berniat berkompetisi di dapil II. Dan alasan itu juga disampaikan Bendahara KKSS Kabupaten Banggai empat periode ini.
Haji Jamal bukan orang baru di dataran Toili. Selama tujuh tahun dia menjadi penyuluh pertanian lapangan (PPL) di wilayah tersebut. Kedekatan emosional itulah menjadi alasan utamanya sehingga memilih dapil II.
Obsesi Haji Jamal berkompetisi dan menjadi legislator di parlemen lalong, bukan tanpa konsep. Sebagai orang teknis yang telah banyak makan asam garam yakni selama 37 tahun di pertanian, Haji Jamal menginginkan kedepan para petani benar-benar terberdayakan.
Bahkan satu hal juga yang turut memotivasinya yakni menyangkut peran para wakil rakyat di DPRD Banggai yang belum begitu optimal. “Jika saya melihat, masih ada aleg yang belum mampu menjadi penyambung lidah rakyat. Itu turut menggugah hati saya untuk meramaikan bursa pencalegkan,” kata Haji Jamal. “Kalau dulu hanya ada istilah 5D, tapi saat ini sudah menjadi 6D, yakni datang, duduk, diam, dengar, duit dan dosa,” sindir dia. (yan)

About uman