Home » Politik » Warga Desa Purwoagung Temui Bali Mang
Warga Desa Purwoagung Temui Bali Mang
Warga desa Purwoangung Kecamatan Masama usai menemui Ketua DPRD Banggai, Senin (7/8) kemarin. Setumpuk persoalan di desa mereka yang diadukan kepada Samsulbahri Mang.

Warga Desa Purwoagung Temui Bali Mang

LUWUK— Ketua DPRD Banggai, Samsulbahri Mang sering menjadi tempat curhat rakyat. Senin (7/8) kemarin, giliran warga desa Purwoagung Kecamatan Masama menyampaikan keluh kesah kepada Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banggai itu.
Usai menemui orang nomor wahid di parlemen lalong sekaligus di partai beringin rindang Kabupaten Banggai, warga pun menyambangi Luwuk Post.
“Aspirasi kami disahuti pak Ketua (Samsulbahri Mang). Bahkan rencananya atas aduan kami ini, akan dilaksanakan hearing gabungan, yakni Komisi 1 dan Komisi 3,” kata Suyadi.
Dijelaskannya, aduan pertama menyangkut beras sejahtera (rastra). Dalam penyaluran yang dilakukan pemerintah desa tidak sesuai dengan harga yang sebenarnya. Harga rastra yang dibebankan kepada warga kata Suyadi sebesar Rp35 ribu per zak denga nisi 15 kg. Jika disandingkan dengan harga sebenarnya hanyalah Rp1.600 per kg atau sebesar Rp24 ribu per zak denga nisi 15 kg.
“Penetapan harga itu tidak pernah dirapatkan. Akibatnya memberatkan warga desa,” kata Suyadi yang langsung diamini rekan-rekannya.
Warga desa Purwoagung meminta kasus ini disikapi serius. Sebab modus menguntungkan pribadi dan kelompok ini sudah terjadi sejak tiga tahun. Terindikasi kuat ada penyimpangan dalam proses penyaluran rastra, bahkan sebut warga bisa mengarah pada tindak pidana. “Warga sudah pernah komplain. Tapi tidak digubris. Jalan alternatif kami mengadu pada Ketua DPRD Banggai,” kata dia.
Tak hanya rastra unek-unek yang disampaikan warga pada Bali Mang siang kemarin. Setumpuk persoalan di desa yang nahkodai Amin juga disampaikan mereka. “Ada banyak persoalan di desa kami. Tunggu saja pada hearing mendatang. Karena semuanya akan terungkap pada rapat itu,” kata Suyadi.
Terpisah, Kades Purwo Agung, Amin, mengungkapkan, soal kasus rastra, ia belum mengetahui persoalan apa yang dikeluhkan masyarakat ke gedung parlemen itu. Tapi, jika persoalan lain semisal pengangkatan imam masjid, menurutnya sudah sesuai dengan prosedur karena disepakti masyarakat saat pemerintah desa menggelar musyawarah.
Bahkan, kata dia, imam yang lama pun hadir dan menandatangani berita acara hasil musyawarah soal pengangkatan imam masjid. “Tapi kalau masalah rastra, saya belum tahu,” kata Amin kepada Luwuk Post di Pengadilan Negeri Luwuk. (yan/awi)

About uman