Home » Politik » Pejuang Kabupaten Batui-Toili ke DPRD
Pejuang Kabupaten Batui-Toili ke DPRD
Para pejuang pembentukan Kabupaten Batui-Toili saat diterima Komisi 1 DPRD Banggai, Senin (7/8) kemarin. Rapat yang melibatkan instansi teknis itu dipimpin Ketua Komisi 1 DPRD Banggai, Naim Saleh.

Pejuang Kabupaten Batui-Toili ke DPRD

LUWUK— Aspirasi pembentukan Kabupaten Batui-Toili kembali muncul ke permukaan. Itu setelah para pejuang pemekaran daerah otonom baru (DOB) mendatangi kantor DPRD Banggai, Senin (7/8) kemarin. Mereka diterima Komisi 1 DPRD Banggai.
Sejumlah pendapat mewarnai rapat yang dipimpin Ketua Komisi 1 DPRD Banggai, Naim Saleh tersebut. Seperti yang disampaikan Zaenuri bahwa pemekaran DOB bukan perkara mudah. Butuh proses yang tidak singkat.
Saran politisi PDIP ini, nama dan letak ibukota harus ditentukan sejak awal. Sehingga tidak tarik menarik dimasa mendatang. “Kita perlu belajar dari pengalaman di Bangkep. Letak ibukota menjadi penghambat kala itu,” ucapnya.
Saran Zaenuri, para pejuang DOB Batui-Toili tidak terbelenggu dengan adanya keputusan pemerintah pusat membatasi DOB, dengan dalih anggaran. Langkah kongkrit yang diambil adalah, segera lengkapi semua persyaratan pemekaran. Sehingga ketika kran pemekaran dibuka pemerintah pusat, Batui-Toili telah siap dengan dokumen yang lengkap.
Anggota Komisi 1 DPRD Banggai, Winancy Ndobe mengatakan, dalam menentukan nama dan letak ibukota, perlu dibentuk sebuah forum. Dengan demikian akan tercipta satu kata terkait dua item tadi. Winancy menambahkan, sebagai lembaga politik, DPRD tetap memberi dukungan terhadap aspirasi yang telah ada sejak beberapa tahun lalu itu. Asalkan semua persyaratan sebagaimana diatur dalam undang-undang sudah terpenuhi. Selain forum pemekaran Batui-Toili hadir pada rapat itu yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Banggai dan Bagian Tata Pemerintahan Setda Banggai. (yan)

About uman