Home » Berita Utama » Korban Bertambah Tujuh Orang
Korban Bertambah Tujuh Orang
Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno didampingi Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Riky Pratama, saat memberi keterangan kepada sejumlah media terkait dugaan kasus pencabulan anak SD, di ruang Aula, Senin (7/8).

Korban Bertambah Tujuh Orang

LUWUK – Penyidik Satreskrim Polres Banggai akhirnya menetapkan MY, suami Kepsek di salah satu SD Negeri di kota Luwuk sebagai tersangka.
Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno didampingi Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Riky Pratama, mengungkapkan, penetapan tersangka ini setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.
“Saat ini korban sudah bertambah menjadi 7 orang,” ungkap Heru Pramukarno saat ditanya awak media seusai siaran pers kasus narkoba di Aula Cakra Manggala Mapolres Banggai, Senin (7/8).
Ia menyatakan, dari tujuh korban itu, tersangka melakukan aksi bejatnya saat masih jam sekolah, namun ada beberapa juga yang di luar jam sekolah. “Kami masih kembangkan kasusnya,” katanya.
Untuk TKP dan waktu kejadian, lanjut Heru Pramukarno, belum bisa disampaikan karena tersangka masih menjalani pemeriksaan. “Belum bisa disampaikan. Tunggu dulu,” tuturnya.
Penyidik juga sampai saat ini belum menahan tersangka, meskipun sudah ditetapkan tersangka. “Belum masuk tahap penahanan. Masa penangkapan 1 x 24 jam,” beber Kasat Reskrim terpisah.
Seperti diberitakan sebelumnya, perbuatan tidak menyenangkan diduga dilakukan suami tenaga pendidik di salah satu sekolah di kota Luwuk. Pelaku berinisial MY itu, diduga melecehkan anak sekolah. Ironisnya, aksi itu dilakukan di rumah dinas kepala sekolah yang terletak di lingkungan sekolah.
Kejadian ini akhirnya dilaporkan ke Polres Banggai, Rabu (2/8) lalu. Kabag Ops Polres Banggai Kompol Margiyanta, mengungkapkan, peristiwa memalukan ini terjadi pada 2016 silam.
Saat itu, kata dia, korban sedang istirahat siang di sekolahnya, tepatnya di teras rumah dinas kepala sekolah (Kepsek). Melihat korban sedang bermain, pelaku memanggil korban untuk masuk ke dalam rumah dinas tersebut. Lalu korban diajak masuk ke dalam kamar pelaku.
Setelah itu, pelaku mengangkat rok sekolah korban, membuka celana pendek dan membuka celana dalam korban. “Kondisi korban dalam keadaan setengah telanjang,” tutur Margiyanta.
Pelaku pun melakukan aksi bejatnya dengan cara (maaf) menjilat alat vital korban. Lalu korban diminta mengenakan kembali celana dan rok sekolah. Saat ini kata Margiyanta, pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk divisum. “Menurut keterangan, korban tak sendiri. Ada beberapa temannya lagi yang jadi korban,” ungkapnya.
Wabup akan Tindaki Oknum Kepsek
Aksi bejat oknum suami Kepsek salah satu sekolah di Kota Luwuk yang tega melakukan pelecehan seksual terhadap siswi anak didik istrinya itu direaksi keras Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo.
Wabup Mustar bahkan menegaskan akan mengambil tindakan tegas pada oknum Kepsek yang tak mampu mengawasi sepak terjang sang suami yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka itu.
“Kita akan ambil tindakan tegas, saya akan panggil Kadis Pendidikan setelah itu kami akan mengambil langkah tegas,” tandas Wabup Mustar, Senin (7/8).
Tindakan yang akan diambil pemda itu setelah mendengar kekuatiran sejumlah orang tua siswa terkait keberadaan oknum suami kepsek yang berada di sekolah bersama istrinya tersebut. Orang tua akan tidak nyaman terhadap anak-anaknya yang sedang belajar, bila yang bersangkutan dan istrinya itu berada di tengah lingkungan sekolah. “Kami memahami psikologi orang tua, bersabar saja akan ada tindakan pada oknum kepsek tersebut,” tegasnya lagi. (awi/bd)

About uman