Home » Berita Utama » Ketua Diremehkan, “Beringin” Meradang
Ketua Diremehkan,  “Beringin” Meradang
Ketua Fraksi Golkar DPRD Banggai, Saripudin Tjatjo dan Sekretaris Irwanto Kulap menyesalkan pernyataan Wakil Bupati Mustar Labolo terhadap Ketua DPD Partai Golkar Banggai Samsulbahri Mang, Senin (7/8) kemarin.

Ketua Diremehkan, “Beringin” Meradang

LUWUK—Pernyataan Wakil Bupati Mustar Labolo yang terkesan meremehkan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Banggai, pada kegiatan penyambutan piala Adipura Sabtu (5/8), membuat kader Golkar bereaksi keras.
Saat itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banggai ini memberikan ultimatum kepada Obama—sapaan akrab—Samsulbahri Mang agar jangan coba-coba melawan Herwin Yatim dan Mustar Labolo (Win-Star) pada pilkada 2021. Tapi, jika Obama ngotot bertarung, Mustar tak keberatan dan malah mempersilahkan. “Kalau menang Alhamdulillah, kalau kalah Lahaula Walakuata Illabillah,” singgung Mustar yang disambut dengan tepuk tangan dan tertawaan puluhan pejabat dan warga yang hadir di tugu adipura Luwuk, kala itu.
Terang saja pernyataan Ketua DPD Partai Gerindra Kabupaten Banggai terhadap Ketua DPD Partai Golkar Banggai, Samsulbahri Mang ini, membuat para kader beringin meradang.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar, Irwanto Kulap Senin (7/8) mengaku sebagai kader partai sangat tidak menerima apa yang menjadi pernyataan Mustar. “Kami tidak terima,” kata Irwanto.
Ia mengingatkan meskipun dinamika politik di Kabupaten Banggai cukup kencang menghadapi Pilkada 2021, namun hingga kini belum ada pernyataan Samsulbahri Mang yang menegaskan keinginannya maju sebagai kandidat Bupati Banggai. “Pak Ketua (Samsulbahri Mang) masih fokus pada kerja-kerja rakyat di dewan,” kata Irwanto.
Dia juga melihat jika masyarakat menginginkan Bali Mang menjadi calon Banggai I, sebagaimana terwacanakan, menurut Wanto—sapaan akrabnya—masih dalam batas kewajaran. Dan sebagai kadernya, tentu mereka harus memberi apresiasi dan dukungan.
Aleg dua periode dari dapil III ini menilai, Mustar tak hanya arogan, akan tetapi pernyataannya tidak beretika bahkan kekanak-kanakan. Sebab, kata dia, substansi yang disampaikan Mustar di hadapan publik itu tidak pada tempat dan waktu yang tepat.
Pernyataan Mustar sambung anggota Komisi 3 DPRD Banggai ini justru memberi pengaruh terhadap elektabilitas Herwin Yatim sebagai Bupati Banggai. Dia yakin, tidak akan pernah terlintas di benak bupati untuk menyampaikan seperti apa yang disampaikan Mustar. “Ingat Pilkada 2021 itu masih ghaib,” kata Wanto.
Kata Wanto, bukan kali ini saja Mustar membuat blunder di media massa lewat pernyataan yang arogan. Sebelumnya, pada pertemuan di RTH Lalong, Mustar pernah berkomentar yang cukup menyayat hati warga Tanjung yang menjadi korban eksekusi.
Wanto curiga Mustar mulai ketakutan dengan kencangnya wacana Herbal (Herwin-Bali Mang). Sebagai kader Golkar Wanto menilai pernyataan Mustar itu membuat pedih hati Samsulbahri Mang. Sekalipun pada saat itu, Ketua DPRD Banggai dua periode tersebut terlihat tersenyum dan malah memberi aplos (tepuk tangan). Bagi Wanto, itu adalah kelebihan yang dimiliki Bali Mang yang tidak dimiliki politikus lain. “Pak Bali selalu melihat persoalan dengan arif dan bijaksana. Dan pantas pak Bali Mang jadi kebanggaan para kader Golkar Banggai,” kata Wanto.
Hal senada juga dikomentari Ketua Fraksi Golkar Syarifudin Tjatjo. “Bagi saya Mustar tak dewasa dalam berpolitik,” ucap Om Arif sapaan politikus senior Golkar ini. Menurut dia, pilkada 2021 masih jauh. Sehingga tak pantas Mustar menjadikan itu sebagai konsumsi publik yang disampaikan di tengah warga yang sedang merayakan penerimaan piala Adipura. Harusnya apa yang disampaikan Mustar, berkaitan dengan Adipura, sebagaimana yang disampaikan Herwin Yatim pada acara yang dipusatkan di kawasan Tugu Adipura Luwuk tersebut. “Terus terang yang bikin kami marah, Mustar sudah menyebut nama Ketua Partai kami,” tegas Om Arif.
Tak hanya Fraksi Golkar yang berekasi. Pengurus DPD Partai Golkar Banggai lainnya juga angkat bicara. Ahmad Ridwan berpendapat, Mustar tidak dapat memerlihatkan sikap sebagai seorang pejabat publik. Harusnya, pernyataan Mustar lebih menyejukkan, bukan malah bernada provokatif. “Apa motivasi Mustar sehingga bicara soal itu,” tanya Rid sapaannya. Mantan pengurus Partai NasDem Banggai ini menduga pernyataan itu sebagai bukti ketakutan politik Mustar ditinggalkan Herwin Yatim. Apalagi publik tahu bahwa Herwin Yatim dan Samsulbahri Mang saat ini punya kedekatan yang begitu harmonis sehingga melahirkan kembali wacana Herbal.
Pernyataan Mustar kata Rid, bakal mengganggu stabilitas politik di daerah ini disaat pilkada masih cukup lama. “Mustar lebih pantas jadi aktivisi, dibanding jadi Wabup,” ucap Rid.
Sementara itu, Wakil Rektor III Unismuh Luwuk, Abdul Ukas, menilai meskipun Mustar hanya ingin bergurau, pernyataannya sangat berlebihan.
Ia mengingatkan bahwa Obama (Om Bali Mang) adalah sosok generasi yang kini memiliki kompetensi untuk bertarung pada pilkada berikutnya. Dan saat ini juga mempunyai kewenangan yang sama dengan pimpinan daerah. Artinya jelas Ukas, Bali Mang punya kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata, meskipun itu hanya dalam bentuk kalimat kelakar. “Saya kira pernyataan itu menjadi cambuk dan semangat untuk lebih militan bagi pendukung dan simpatisan Obama hari ini,” ucap Ukas.(yan)

About uman