Home » Berita Utama » Piala Adipura Harus Dipertahankan
Piala Adipura  Harus Dipertahankan
Bupati Bangggai Herwin Yatim, Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo bersama Forkompimda hadir di tengah masyarakat usai konvoi Piala Adipura Kencana, Sabtu (5/8).

Piala Adipura Harus Dipertahankan

LUWUK-Kegembiraan warga Kota Luwuk terlihat saat penyambutan Piala Adipura Kencana tahun 2017 ini. Euforia kemenangan itu tak tampak lagi setelah 13 tahun lamanya dan baru terlihat kembali, Sabtu pekan lalu.
Bupati Banggai Herwin Yatim memberikan apresiasi pada seluruh warga Kabupaten Banggai. Utamanya warga Kota Luwuk tetap konsisten menjaga kebersihan lingkungannya.
Penghargaan Piala Adipura Kencana tahun 2017 ini didapat hanya dalam waktu 1,2 tahun kepemimpinan Bupati Banggai Herwin Yatim dan Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo. Apresiasi yang sama juga disampaikan Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo “Atas nama pemerintah daerah kami memberikan apresiasi pada semua pihak yang telah bersama sama merebut piala adipura ini,” jelas Bupati Herwin.
Bupati Herwin memberikan apresiasinya kepada organisasi perangkat daerah yang telah bersama-sama bekerja selama 1,2 tahun masa kepemimpinan hingga menghasilkan anugerah Adipura tahun 2017. “Setelah bekerja 1, 2 tahun kami bisa membuktikan kinerja dalam bidang kebersihan dan keindahan serta komitmen atas lingkungan hidup yang baik kepada rakyat Banggai dan pemerintah pusat dengan mendatangkan kembali piala Adipura setelah lebih 13 tahun menghilang dari bumi Babasal,” tuturnya.
Bupati Herwin pun menyatakan, setelah membawa Piala Adipura di daerah ini, upaya untuk mempertahannya akan lebih sulit. Karena itu, bersama Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo, Ia akan memacu semangat pimpinan perangkat daerah untuk bersama-sama bekerja.“Prinsip kami setelah meraih supremasi Piala Adipura tahun 2017 ini akan membuat kami semakin memacu semangat dan kinerja teman teman OPD,” tandas bupati.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan ini juga menandaskan agar seluruh pimpinan perangkat daerah untuk meningkatkan kinerja, semakin menyadari diri bahwa bekerja dalam memberikan pelayanan dan memuaskan masyarakat akan mendapatkan penilaian yang semakin baik pula.
“Dengan begitu akan membuat daerah kita semakin maju. Bekerja yang giat sesuai dengan aturan main serta selalu menjaga dan juga fokus kepada visi misi Pemda maka penghargaan Adipura dan mempertahankannya akan lebih mudah. Bahkan, akan mendapatkan apresiasi serta penghargaan lainnya dari pemerhati, baik itu swasta maupun LSM dan terutama pemerintah pusat,” pungkas Bupati Herwin.
Empat Poin Nilai Merah
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah, Ir Abd Rahim, mengapresiasi penghargaan adipura yang diraih oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Banggai. Meski begitu, Dia mengingatkan, ada 4 poin dari 17 poin penilaian adipura yang mendapat nilai merah.
Keempat poin itu adalah, pemukiman, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), pasar, dan pertokoan.
“Saya harus sampaikan karena mewakili Gubernur Sulteng, bahwa ada 4 poin yang diberikan nilai merah yaitu pemukiman, TPST, pasar, dan pertokoan,” ungkapnya di hadapan seluruh masyarakat yang hadir pada perayaan penjemputan piala adipura, Sabtu (5/8).
Ia berharap empat poin yang mendapat nilai merah menjadi catatan khusus Pemda dan masyarakat Kabupaten Banggai agar bisa meraih adipura kencana di tahun tahun berikutnya. “Semoga dibenahi kedepannya demi adipura kencana,” kata Abd Rahim.
Ditemui diakhir kegiatan, Ia menambahkan, empat poin nilai merah itu perlu dibenahi. “Luwuk terbantu dengan 13 poin sehingga dihitung nilai rata-rata memenuhi syarat,” jawabnya

Pasukan Kuning
Sementara itu, petugas kebersihan yang sering disebut pasukan kuning meminta kepada pemerintah daerah agar meningkatkan kesejahteraan mereka pasca Luwuk mendapatkan Adipura 2017. “Kami hanya minta tolong kesejahteraan kami ditingkatkan,” ujar seorang petugas kebersihan saat memberikan testimoni, di acara penyambutan piala adipura yang digelar Pemda Banggai di sekitar tugu Adipura, Sabtu (5/8).
Petugas kebersihan harus bangun pagi, menyusuri kota Luwuk, menyapu, mengangkat sampah, mencabut rumput, dan membuang sampah ke TPA. Ini semua dilakukan setiap hari, tanpa mengeluh dan menyerah meskipun upah yang diberikan jauh dari kata sejahtera. “Orang masih tidur, kami sudah bangun. Kadang masih gelap. Kami setiap hari membersihkan kota Luwuk,” tutur pria berjenggot itu.
Kata dia, penghargaan adipura tidak terlepas dari perjuangan petugas kebersihan. Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah harus memperhatikan nasib petugas kebersihan.
Sementara itu, Ketua DPRD Banggai syamsulbahri Mang menegaskan, pihaknya bersama pemerintah daerah sudah memikirkan kesejahteraan petugas kebersihan. “Untuk kesejahteraan pasukan kuning, sudah kami pikirkan,” tandas ketua DPD II Golkar Kabupaten Banggai ini dalam sambutannya pada acara tersebut. (bd/awi)

 

 

 

 

 

About uman