Home » Berita Utama » Kenalkan Luwuk dengan Ekspor
Kenalkan Luwuk dengan Ekspor
Andi Ayutani Paranita

Kenalkan Luwuk dengan Ekspor

LUWUK-Di lingkungan kerjanya, dia dikenal sebagai salah satu kepala PT Pos Indonesia yang kreatif dan inovatif. Dia adalah Andi Ayutani Paranita, Kepala PT Pos Indonesia Cabang Luwuk. Satu satunya Kepala PT Pos Indonesia yang berani merintis ekspor kargo ikan hidup.
Ekspor kargo ikan hidup itu dilakukan bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia Cabang Luwuk. Terobosan dan kolaborasi yang baik kedua BUMN itu lalu menginspirasi regional 10 Kantor Pos Indonesia melakukan kerja sama yang lebih luas dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia di kota kota lainnya di wilayah Sulawesi-Maluku.
Ayu-sapaan akrabnya-mengakui, selama ini Kantor Pos Indonesia hanya dikenal sebagai kantor pengiriman surat dan dokumen lainnya. Namun, seiring perkembangan bisnis dan banyaknya potensi di daerah yang dapat diekspor, pihaknya membuat terobosan dengan melakukan ekspor sekaligus mengenalkan penghasil langsung kepada dunia luar. “Sejak awal tahun 2016 saya sudah berencana melakukan pengiriman kargo, namun baru berani mengambil terobosan saat PT Pos Indonesia membentuk Direktorat Integrasi Logistik. Saat itu, saya mulai memelajari peluang pengiriman kargo yang didukung potensi potensi daerah,” tuturnya.
Awalnya, Ia bahkan berencana mengirimkan kargo berbasis peternakan sapi. Namun, karena besarnya risiko sehingga niat tersebut tidak terealisasi. Belakangan, potensi perikanan berupa pengiriman ikan hidup dapat direalisasikan.
Kini, Ia banyak diundang menjadi pembicara di sejumlah acara PT Pos Indonesia karena terobosannya merintis ekspor kargo bekerja sama dengan Garuda Indonesia Cabang Luwuk.
Salah seorang koleganya mengakui keberanian Ayu merealisasikan ekspor yang dapat mengenalkan daerah Luwuk hingga ke luar negeri. “Ibu Ayu satu satunya Kepala PT Pos Indoensia yang mengekspor kargo kerjasama dengan Garuda Indonesia. Dia mengirim ikan hidup ke Hong Kong,” ujar salah seorang koleganya.
Tentu saja Ayu tak bekerja sendiri. Ide cemerlang tentang ekspor tersebut digodok lalu direalisasikan berkat kerja sama yang baik antara sejumlah instansi vertikal, BUMN maupun pihak swasta lainnya yang tergabung dalam Banggai Mengekspor Club. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Luwuk, Stasiun KIPM Kelas II Luwuk-Banggai dan UPBU Syukuran Aminudin Amir Luwuk misalnya. Begitu pula dengan Dinas Perikanan, PT Telkom KANDATEL Luwuk dan Pemda Banggai memberi support. Berbagai keruwetan birokrasi pun berhasil diterobos berkat–meminjam harapan yang sering disampaikan Bupati Banggai, Ir Herwin Yatim- adanya kerjasama dan saling mendukung. Luwuk pun dikenal sebagai satu satunya kota di Sulteng yang berani melakukan ekspor nongas. Tak ada lagi istilah “Sapi punya Susu, Nona punya Nama”. Luwuk sudah dikenal sebagai kota pengespor! (ris)

 

About uman