Home » Berita Utama » Luwuk Kekurangan Kontener Sampah
Luwuk Kekurangan  Kontener Sampah
Di Kelurahan Jole Kecamatan Luwuk Selatan atau tepatnya di ruas jalan menuju Pasar Simpong, terlihat sampah menumpuk di atas trotoar, Selasa (1/8)

Luwuk Kekurangan Kontener Sampah

LUWUK—Penanganan sampah dalam kota Luwuk masih terkendala kurangnya fasilitas. Meskipun pemerintah Kabupaten Banggai berupaya agar masalah sampah teratasi dengan baik, namun, di beberapa lokasi masih saja terlihat sampah berserakan. Termasuk yang berhari hari tidak diangkut.
Kepala Seksi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai, Jabir Lamataya, dihubungi semalam, menjelaskan, pihaknya masih kekurangan fasilitas persampahan. Kontener sampah misalnya, idealnya berjumlah 30 sampai 35 unit untuk ditempatkan di tiga kecamatan dalam kota Luwuk. Sementara yang tersedia hanya sekitar 14 unit kontener sampah. Kontener sampah tersebut 5 unit ditempatkan di kecamatan Luwuk Selatan, 3 unit di wilayah Kecamatan Luwuk Utara dan 6 unit di wilayah kecamatan Luwuk. “Di Luwuk, dua unit ditempatkan di rumah sakit, dan masing masing satu unit di kawasan Bukit Kasih Sayang, Pertamina, Tanjung Sari dan Luwuk Shopping Mall,” jelasnya.
Dinas Lingkungan Hidup belum bisa memenuhi kebutuhan penampungan sampah karena sampai saat ini ada sekira 10 unit kontener sampah dalam kondisi rusak. “Tapi, akan diperbaiki tahun ini,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan, dengan kekuatan 20 unit armada pengangkut sampah, pihaknya masih dapat mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Hanya saja, beberapa hari terakhir, pihaknya kesulitan mendapatkan BBM subsidi di sejumlah SPBU. “Setiap truk dijatah 31 liter sehari. Tapi tiga hari terakhir BBM subisidi kosong di SPBU, sehingga sampah banyak yang tidak terangkut,” tuturnya.

Sementara itu, selama 10 hari sampah menumpuk di atas trotoar Kelurahan Jole Kecamatan Luwuk Selatan. Selain tak sedap dipandang mata, sampah di trotoar itu telah merampas hak para pejalan kaki.
Sebelumnya, di ruas jalan menuju Pasar Simpong tersebut ditempatkan kontener sampah. Warga Jole dan sekitarnya membuang sampah di tempat itu. Namun belakangan, fasilitas itu tidak lagi terlihat. Akibatnya, warga hanya meletakkan sampah di atas trotoar.
Ketua Karang Taruna Jole, Arif Laumarang Selasa (1/8) mengatakan, menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Akan tetapi, bila tanpa dukungan instansi terkait, mustahil lingkungan bersih bisa diwujudkan.
Sampah menumpuk, kata Arif, bukan kesalahan warga. Sebab sudah beberapa kali warga setempat menghubungi dinas terkait agar segera mengangkut sampah di tempat itu, namun tidak direspons.
“Kami sudah beberapa kali melaporkan pada Kabid Kebersihan Mujiono maupun staf kebersihan pak Jabir. Namun sudah 10 hari tumpukan sampah itu tidak diangkut,” keluh Arif.
Mestinya sambung dia, dengan adanya penghargaan Adipura, instansi teknis semakin giat dan tidak membiarkan sampah menumpuk dan menyebarkan bau tak sedap terhadap lingkungan sekitar.(ris/yan)

 

 

 

 

 

 

About uman