Home » Berita Utama » Berdayakan Masyarakat dengan Bank Sampah
Berdayakan Masyarakat dengan Bank Sampah
Ketua Bank Sampah KSM Sarji, saat memberikan keterangan mengenai pengolahan minyak jelatah, menjadi Bio Diesel, dalam kunjungan sejumlah wartawan bersama Satker khusus pelaksana kegiatan usaha hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan K3S Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Jumat (28/7).

Berdayakan Masyarakat dengan Bank Sampah

Sarji, seorang pria paroh baya terlihat sudah siap menanti puluhan wartawan se-Kalimantan Sulawesi, yang hendak mengunjungi rumah yang telah dijadikan Bank sampah Kelompok Swadaya Masyarkat (KSM) Ramah Lingkungan di kelurahan Kampung VI, Tarakan Timur, Kalimantan Utara, Jumat (28/7).
Sarji yang dipercayakan menjadi ketua Bank Sampah KSM tidaklah sendiri, sejumlah rekan se-profesi juga turut menanti dengan senyuman ramah. “KSM ini sudah ada sejak 8 Mei 2008, yang dibina oleh Pertamina Ep Asset 5 Tarakan, dan hingga saat ini KSM sudah melayani sampah dari warga hingga 895 rumah,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan tujuh unit drum yang terhubung di sejumlah pipa di ruang utama Bank Sampah KSM, menjadi tempat proses bio diesel yang digunakan sebagai bahan bakar mesin penggiling sampah, serta difungsikan untuk pengolahan sampah. “Selain itu bank sampah juga mengadakan program sampah semesta,” tambahnya.
Olehnya Sarji mengaku, dengan adanya program sampah semesta, semua pihak diminta harus aktif, baik masyarakat swasta maupun pemerintah. Karena sampah semesta tersebut memungut dari rumah-rumah ke depo sampah, yang setelah terkumpul dijadikan kompos. “Kelebihannya, sampah yang ditransfer ke depo itu dipilah untuk organik dan di buat kompos,” terangnya.
Kata dia, sampah cair di antaranya minyak jelantah yang awalnya banyak dibuang masyarakat sehingga mencemarkan lingkungan, juga diolah dengan menggunakan teknologi pencampuran zat kimia dan bio etanol yang diproses dari sampah atau dari air kelapa yang di permentasi dan disuling. Dari bio etanol akan digunakan untuk prosen jelantah ke bio diesel. “Bank sampah itu merupakan rekayasa sosial mengedukasi masyarakat bagaimana menilai sampah itu jadi barang ekonomis, sehingga nantinya masyarakat sadar dan akan merubah pola hidupnya, untuk tidak buang sampah sembarangan, malah akan diolah yang memiliki nilai ekonomis,” ungkap Relation dan Formalities Staff Pertamina Ep Asset 5 Tarakan, Hariyanto.
Menurutnya, masih ada lagi sejumlah program yang dilakukan oleh Ep Asset 5 Tarakan, seperti pendidikan di tapal batas Malaysia, yakni memberdayakan siswa sehingga pendidikan yang didapat sama dengan pendidikan di kota, kemudian program ambulans keliling, pengolahan gambut yang bisa jadi sumber energi. “Kalimantan kan gambutnya sangat luas, jadi bagus untuk dikembangkan,” akunya.
Adapun, kegiatan kunjungan ke bank sampah KSM Ramah Lingkungan tersebut merupakan rangkaian acara Edukasi dan Temu Media se Kalimantan dan Sulawesi yang diadakan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (MKK Migas) dan Kontraktor kontrak Kerjasama Wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Hari itu, tidak hanya mengunjungi Bank Sampah KSM saja, puluhan wartawan juga diajak mengunjungi taman industri sampah yang menjadi program CSR Medco Tarakan, mengunjungi program konservasi mengrove dan bekatan (Program CSR PEP Tarakan), ke museum Migas yang terletak di Museum Migas Tarakan, hingga ke industri rumput laut yang diolah menjadi sejumlah makanan dan cemilan. (*)

About uman