Home » Politik » SK Golkar Bodong, Murad No Comment
SK Golkar Bodong, Murad No Comment
Murad U. Nasir

SK Golkar Bodong, Murad No Comment

LUWUK— Murad U. Nasir tak ingin berpolemik. Tudingan mantan Plt. Sekretaris DPD Partai Golkar Sulteng versi Agung Laksono (AL), Abdi Sahido bahwa SK DPD Partai Golkar Kabupaten Banggai versi AL bodong alias palsu, tidak ditanggapinya. Murad punya alasan sehingga harus no comment.
“Prinsip saya tak mau ikut menari dalam sebuah genderang polemik yang kontra produktif. Itu alasan saya sehingga no commnt,” kata Murad yang diklarifikasi via ponsel, Kamis (27/7).
“Apalagi saya sudah pada posisi orang tua. Jadi untuk apa lagi saya mau berkomentar kalau hanya menimbukkan polemik yang kontra produktif,” tambah Murad. Lantas mengapa tidak sejak awal klaim bodong itu dihembuskan Abdi, dan mengapa pula nanti baru saat ini pasca hasil seleksi tes tertulis calon Panwaslu Banggai? Pertanyaan itu tak membuat Murad terpancing. Dia hanya berujar sambil ketawa “Sudah lah kalau saya mau ungkap kan malu juga mereka”.

SK BODONG
Sebelumnya, Abdi menjelaskan, SK DPD Partai Golkar Banggai versi AL yang diketuai Murad U. Nasir dan Kiran Kamran sebagai sekretaris tidak sah. Berdasarkan AD/ART dan peraturan organisasi (PO) kata Abdi, SK itu harus ditanda-tangani oleh kepengurusan satu tingkat diatasnya. “Saya sebagai Plt Sekretaris DPD Partai Golkar Sulteng versi AL tak pernah membubuhi tanda-tangan pada SK itu,” kata Abdi.
Bahkan Abdi mensinyalir SK yang ditanda-tangani Agung Laksono dan sekretarisnya itu bodong. “Di era canggih saat ini apa yang tidak bisa dilakukan, termasuk memalsukan tanda-tangan,” kata Korwil DPP Partai Golkar Provinsi Sulteng ini.
Timsel Panwaslu sambung Abdi, tak mesti menjadikan SK illegal itu menjadi rujukkan, sehingga harus mengeliminasi calon Panwaslu yang masuk dalam struktur kepengurusan partai politik. “Timsel harus berpikir waras. Dan perlu meninjau kembali keputusan itu,” kata Abdi. (yan)

 

About uman