Home » Banggai Laut » Patwan Soroti Disparbud
Patwan Soroti Disparbud
PATWAN H. KUBA

Patwan Soroti Disparbud

BANGGAI – Pembahasan KUA-PPAS tahun anggaran 2018 berlangsung alot. Parlemen dikabarkan mengambil sikap keras dan selektif dalam membahas item per item rancangan program yang diusulkan eksekutif.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD dari Fraksi Demokrat Nurani Keadilan, Patwan Kuba mengatakan, dalam pembahasan KUA-PPAS 2018, pihaknya menyoroti target pendapatan asli daerah (PAD) yang dipatok terlalu minim. “Terlalu kecil pak (target PAD, red). Padahal, dari tahun 2015 sampai sekarang tren kenaikan PAD positif,” tegas Patwan, Rabu (27/7).
Patwan menilai, masih banyak potensi daerah yang belum tergarap dengan baik. Bahkan, sektor unggulan seperti pariwisata dan perikanan belum berkontribusi maksimal terhadap peningkatan PAD. “Ini kan aneh, soalnya dua sektor ini jelas disebutkan dalam penjabaran visi misi Bupati,” ujar Ketua DPD KNPI Banggai Laut itu.
Politikus Demokrat itu mencatat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sejak terbentuk menjadi OPD belum menyetorkan PAD sepeserpun. “Ini yang jadi bahan evaluasi kami. Ada apa sih dengan Disparbud?” tegasnya.
Sebelumnya, disebutkan belum berkontribusinya OPD yang dipimpin Ruslan Tolani itu kepada daerah karena tidak adanya payung hukum yang mengatur soal pemungutan pendapat. Akibatnya, Disparbud terkesan ragu-ragu. Namun, alasan ini dimentahkan Patwan. Sebab, kata dia, sikap Disparbud tak mencerminkan kepedulian memperjuangkan terbitnya aturan yang menjadi landasan memungut retribusi. “Harusnya mereka proaktif dong. Konsultasilah dengan bagian Hukum agar dibuatkan draft raperdanya dan ajukan ke dewan. Nanti kami akan bahas untuk ditetapkan menjadi Perda,” sergah politikus muda itu.
Patwan berharap, Disparbud di bawah kendali Ruslan Tolani dapat memberi perhatian lebih terhadap penerbitan regulasi untuk mendorong PAD di sektor ini mengingat potensinya cukup signifikan. (sbt)

About uman