Home » Berita Utama » Saksi “Hakul Yakin” Disambar Fortune
Saksi “Hakul Yakin” Disambar Fortune
Korban kecelakaan lalulintas di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di perkebunan kelapa sawit Desa Gori-gori, Kecamatan Batui Selatan, Minggu (23/7) lalu.

Saksi “Hakul Yakin” Disambar Fortune

LUWUK – Saksi mata sekaligus kemanakan korban, Fajrin, kembali menegaskan bahwa korban—yang berboncengan dengan dirinya—disambar mobil sejenis fortuner sesaat setelah korban jatuh terpental di Jalan Trans Sulawesi Desa Gori-gori, Kecamatan Batui Selatan pada Minggu (23/7) lalu. “Korban disambar oleh mobil fortuner yang berlawanan arah dengan kami,” kata Fajrin, yang kembali dihubungi melalui selulernya 085242054XXX, Rabu (26/7).
Kata dia, mobil sejenis fortuner yang menyambar itu langsung melarikan diri tanpa menolong korban sesaat sesuat kecelakaan terjadi.“Yang menyambar itu mobil pertama yakni jenis fortuner. Namun yang berhenti itu 3 mobil yang di belakang fortuner tersebut, dan mobil itulah yang menolong korban,” jelas Fajrin, hakul yakin.
Sementara itu, adik korban Sarpin menyatakan bahwa korban sudah memasuki hari ke-4 belum sadarkan diri, dan hingga saat ini korban masih dirawat di ruangan ICU RSUD Luwuk. “Rencananya besok (Hari ini,Red) saya akan bawa ke Makassar untuk bisa di cityscan. Supaya bisa dilihat langsung kondisi di kepalanya, dan kalau memang kondisinya berat supaya bisa dioperasi,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, jika memang korban hanya benturan di aspal kenapa yang melekat di kepala korban tersisanya gabus putih. “Kalau memang hanya benturan tidak mungkin helm bisa hancur berkeping-keping,” katanya.
Di sisi lain, salah seorang dokter yang menangani korban menyatakan bahwa penyebab korban belum bisa sadarkan diri disebabkan karena ada benturan dan cedera di kepala. “Jelasnya itu cedera kepala. Kalau untuk penyebabnya kita tidak tahu pastinya, karena cedera kepala bisa diakibatkan seperti jatuh sendiri, tidak harus disambar fortune,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan itu terjadi di Jalan Trans Sulawesi Desa Gori-gori, Kecamatan Batui Selatan pada Minggu (23/7) lalu.
Menurut saksi mata, mobil fortuner yang menyambar korban itu masuk dalam rombongan bupati. Namun, kata dia, setelah menyambar pamannya, mobil fortuner justru menghindar dengan rombongan bupati. “Berarti ada indikasinya jahat, makanya mau menghilangkan jejak,” tandasnya.
Dugaan saksi tersebut diperkuat keluarga lainnya. Mereka meyakini, bahwa yang menyambar korban adalah rombongan bupati. Itu dibuktikan dengan biaya perawatan korban tersebut digratiskan oleh pihak rumah sakit.
“Ini jadi tanda tanya juga, kenapa biaya perawatan langsung digratiskan? Hal yang tidak mungkin, pasien baru datang tiba-tiba langsung digratiskan. Tentunya mereka belum tahu apakah pasien memiliki BPJS atau tidak, bahkan dari awal dokter memeriksa langsung disampaikan oleh kepala rumah sakit supaya jangan ada yang dibayar,” beber pihak keluarga lainnya yang ikut memberikan keterangan kepada wartawan.
Selain itu, pihak keluarga juga menduga bahwa sudah ada yang menghubungi pihak rumah sakit agar menggratiskan semua biaya perawatan. Bahkan bukan hanya biaya yang digratiskan, tempat keluarga menginap pun sudah disediakan oleh pihak rumah sakit. Dan keluarga korban juga mengakui bahwa bupati akan membantu mengirimkan uang, namun hingga saat ini belum ada. “Tadi saya sudah cek, tapi belum ada,” tuturnya.
Sementara itu, keluarga korban lainnya, Hamka Puasa mengatakan keluarga korban tidak menuntut banyak, tapi setidaknya pihak yang menabrak bisa menujukan itikad baiknya.
“Datang melihat korban saja kami sudah merasa senang. Dan awal kejadian hingga saat ini, tidak ada yang datang menjenguk. Yang sudah datang baru dari pihak tentara dengan DPRD,” ungkap Hamka.
Hamka juga mengakui, hingga saat ini korban belum sadarkan diri, korban hanya bisa mengerakan kaki dan tangan. “Hingga saat ini, korban belum sadar,” tandasnya.
Menurut Fajrin, saksi yang pada saat itu berboncengan dengan korban awal peristiwa itu terjadi di Desa Gori-gori Kecamatan Batui Selatan, yang tidak jauh dari perbatasan antara Moilong dengan Batui Selatan. Di tempat itu, masih ada pekerjaan pelebaran jalan dan masih banyak material yang berada di sisi kiri jalan.
“Saat itu saya berbocengan dengan korban hendak menuju Luwuk. Kami mengikuti mobil avanza warna hitam. Karena baru selesai hujan jadi jalan licin, tiba-tiba mobil avanza ini berhenti mendadak. Jadi om saya kaget, seketika itu juga langsung direm mendadak dan jatuh,” tutur Fajrin.
Ia kembali bercerita, sebelum jatuh, Ia meloncat ke belakang, sementara pamannya jatuh ke kanan jalan, dan motor kekiri. Lalu, pamannya pun jatuh dan langsung terpental. Sesaat setelah pamannya jatuh, beberapa kendaraan yang ketinggalan dengan rombongan bupati pun melintas. Mobil itu berjumlah 4 unit, yakni, fortuner, kemudian Hilux warna hitam, disusul innova putih, lalu mobil terios.
“Yang menyambar om saya itu mobil fortuner karena berada di bagian depan. Namun, mobil fortuner tersebut langsung melarikan diri,” ungkap Fajrin.
Lalu mobil yang di belakang fortuner itu langsung mengerem mendadak ketika korban berada di depan mobil hilux. “Untung mobil Hilux ba buang (berbelok) ke kiri ke rumput-rumput. Kalau tidak, pasti mobil hilux akan menabrak om saya,” kenangnya saat menceritakan detik-detik terjadinya kecelakaan itu.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Banggai Kompol Margiyanta, menyatakan, rombongan bupati dari arah Luwuk menuju Moilong untuk mengikuti acara halal bi halal. Tapi, ada beberapa rombongan yang ketinggalan. Nah, rombongan ketinggalan ini melihat korban tergeletak di jalan poros dalam keadaan tak sadarkan diri. Lalu, Sekkab Banggai dan beberapa pimpinan OPD memberikan pertolongan. Korban pun langsung dilarikan ke RSUD Luwuk untuk mendapatkan pertolongan medis. “Korban diduga ditabrak lari atau jatuh sendirian, belum ada kesimpulan,” katanya.
Terpisah, Kepala Bagian Humas dan Protokol, Setda Banggai Soffian Datu Adam saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa mobil jenis Toyota Fortuner yang menyambar warga di Desa Gori-Gori itu tidak bersama-sama rombongan Bupati Banggai yang hendak menghadiri acara di Kecamatan Moilong. Menurutnya, kecelakaan itu baru diketahui saat rombongan bupati bersama pimpinan perangkat daerah tiba di tempat acara.
“Tidak benar mobil itu berada dalam iring-iringan bupati, mobil itu jauh dari rombongan. Lebih jelasnya hubungi Pak Dandim karena beliau yang melihat langsung,” ungkapnya pada Luwuk Post, Selasa (25/7).
Sementara itu Dandim 1308 Luwuk Banggai Letkol Inf Sapto Irianto, saat dikonfirmasi Luwuk Post, membenarkan bahwa korban adalah anggota Kodim 1308 Luwuk Banggai.
Sapto pun membantah isu yang berkembang bahwa korban ditabrak mobil pemda. Dikatakan, bukan mobil Pemda yang menabrak, tapi ada mobil avanza hitam dari arah berlawanan dengan rombongan Pemda (Moilong menuju Luwuk) rem mendadak, akhirnya korban yang berada di belakangnya menyenggol mobil avanza tersebut dan jatuh.
“Saya lihat langsung yang bersangkutan (korban) jatuh, karena kejadian di depan saya,” beber Letkol Sapto, kemarin.
Malah kata dia, rombongan Pemda yang ada di belakangnya yang membantu korban, lalu dibawa ke Puskesmas. “Tapi malah dianggap masyarakat yang tabrak orang Pemda. Yang bantu malah dianggap tabrak,” katanya.
Ditanya lagi soal isu bahwa korban ditabrak mobil fortuner sesaat setelah jatuh, Letkol Sapto juga membantah. “Tidak ada yang menyambar korban. Itu salah kronologisnya. Korban jatuh sendiri. Kalau tersambar, ya, luka parah lah. Ini gak ada luka dalam atau luar di kepala,” papar Dandim.
Diberitakan sebelumnya, seorang anggota Kodim 1308 Luwuk Banggai, Kopda Sahrun Moku, mengalami kecelakaan lalulintas di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di perkebunan kelapa sawit Desa Gori-gori, Kecamatan Batui Selatan, Minggu (23/7) sekira pukul 14.30 Wita.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban menggunakan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DN 3932 RJ dari arah Toili menuju Luwuk. Korban berboncengan dengan Fajrin (21). Saat tiba di perkebunan sawit Desa Gori-gori, ada sebuah mobil avanza yang berhenti mendadak. Korban pun kaget, lalu jatuh di kanan jalan. Sementara boncengan korban lompat ke kiri.
Setelah jatuh, kepala korban diduga disambar oleh sebuah mobil Fortuner dari arah Luwuk menuju Toili. Identitas mobil tersebut belum diketahui. Personil Unit Lakalantas Polres Banggai bersama anggota Subdenpom Kodim 1308 Luwuk Banggai, sudah melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan.(tr-55/awi)

 

 

About uman