Home » Metro Luwuk » Kasus Pencurian Mesin Sensor Tahap 2
Kasus Pencurian Mesin Sensor Tahap 2
Pelaku dan barang bukti diserahkan (tahap dua) ke JPU Kejaksaan Negeri Banggai, kemarin.

Kasus Pencurian Mesin Sensor Tahap 2

LUWUK – Penyidik Reskrim Polsek Bunta menyerahkan pelaku dan barang bukti kasus pencurian mesin sensor dan mesin pangkas rumput ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banggai, Rabu (26/7).
“Iya, tadi (kemarin) sudah tahap dua kasus pencurian,” ungkap Kapolsek Bunta Iptu Candra, kemarin.
Ia menyatakan, pelaku bernama Musdik Lamuhamad alias Di (34) warga Dusun 1, Desa Bohotokon, Kecamatan Bunta ini ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor LP/46/V/2017/Sek Bta Res Bgi pada tanggal 27 Mei 2017 lalu, dengan korban Saparuddin Dihuma.
Barang milik korban dicuri di kebun. Namun belum diketahui identitas pelaku. Lalu, Ia bersama sejumlah anggota langsung melakukan penyelidikan. Setelah itu, anggota mendapatkan informasi bahwa pelaku pernah menjual barang curian itu kepada sesama warga Bohotokon. “Kami langsung bergegas mencari keberadaan pelaku,” ungkapnya.
Pelaku yang juga berprofesi sebagai petani ini langsung ditangkap di kediamannya. Di rumah pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti yang diduga dicuri berupa 1 buah mesin sensor mini merk sthil, 1 buah mesin pemotong rumput merk yasuka, 1 pompa tabung, 1 jergen isi 5 liter obat pestisida rumput merk basmilang, 2 botol isi masing1 liter obat pestisida merk kayabas dan gramason. “Kalau mesin sensor disita dari seorang warga yang dijual pelaku seharga Rp 600 ribu,” beber Candra.(awi)

About uman