Home » Metro Luwuk » Usai ‘Digituin’, Korban Diberi Rp 20 Ribu
Usai ‘Digituin’, Korban Diberi Rp 20 Ribu

Usai ‘Digituin’, Korban Diberi Rp 20 Ribu

LUWUK–Pegawai pendidikan yang seharusnya menjadi contoh yang baik kepada siswa-siswi malah melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Hal itu menimpa anak berumur (11) di Kecamatan Bunta Jumat (21/7) lalu, sekira pukul 15.00 Wita. Terduga pelaku merupakan seorang ASN berinisial SA alias S (50) yang bertugas di Bunta. Ironisnya lagi, aksi bejatnya dilakukan di ruangan kantor BPU Kecamatan Bunta.
Akibat kejadian tersebut, pelaku langsung ditangkap dan digelendang ke Mapolsek Bunta untuk kepentingan penyelidikan, Selasa (25/7). Penangkapan ini berdasarkan laporan orangtua korban.
“Pelaku merupakan warga Bohotokong, dan berprofesi sebagai PNS. Sementara korban masih duduk di bangku sekolah dasar,” ungkap Kapolsek Bunta Iptu Candra, kemarin.
Ia mengungkapkan, aksi bejat itu dilakukan saat korban ingin bertemu seorang teman sekolahnya untuk mengerjakan PR. Korban saat itu jalan kaki. Lalu, pelaku menghampiri korban dengan menggunakan sepeda motor. Korban pun dibawa di salah satu ruangan kantor BPU Bunta.
“Pelaku mencium dan memegang kemaluan korban,” tuturnya.
Setelah itu, korban diantar pulang dan diberikan uang sebanyak Rp 20 ribu. Uang itu malah dibagi dua dengan teman kelas korban, masing-masing Rp 10 ribu. “Setibanya di rumah, korban menceritakan perbuatan pelaku ke orang tuanya. Dan langsung melapor ke Polsek,” beber Candra.
Mantan Kasar Narkoba Polres Banggai ini menegaskan, pihaknya akan memproses kasus ini hingga tuntas. Sebab kata dia, perbuatan itu sangat tidak pantas dilakukan bagi seorang PNS. “Saat ini, pelaku dan barang bukti uang Rp 10 ribu sudah diamankan ke Mapolsek. Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tegasnya.(awi)

About uman