Home » Berita Utama » Sukirlan Nilai Penyidik Penuh Keraguan
Sukirlan Nilai Penyidik  Penuh Keraguan
Sukirlan Sandagang SH

Sukirlan Nilai Penyidik Penuh Keraguan

LUWUK – Kuasa Hukum Nikma Mahmud, Sukirlan Sandagang SH, menilai penyidik Polres Banggai terkesan ragu dalam mengusut tuntas dugaan penyerobotan lahan yang diduga dilakukan aparat negara di Kelurahan Kilongan Permai, Kecamatan Luwuk Utara.
Bahkan, Sukirlan menduga ada yang mengintervensi pihak kepolisian. Sebab sudah seratus hari lebih belum ada kejelasan. Padahal kata dia, kasus ini sangat terang berderang. Penyidik tidak perlu ekstra kerja keras, karena banyak saksi yang melihat langsung dengan mata telanjang.
“Saya punya filling, bahwa penyidik ada keraguan. Indikatornya adalah sudah seratus hari lebih, tapi yang diperiksa baru 3 saksi,” ujar Sukirlan, Selasa (25/7).
Sampai saat ini, belum ada upaya penyidik yang menonjol. Padahal sudah ada pengakuan Kasat Pol PP Yuten Koleba yang mengaku menerjunkan 10 personil, lalu pengakuan BPN Banggai, dan Lurah Kilongan Permai.
“Harusnya pengakuan mereka bisa dijadikan saksi. Lalu saksi yang bagaimana lagi yang mau dicari dan ditunggu penyidik,” katanya.
“Saya tidak akan patah arang. Saya akan desak karena menurut kaca mata hukum saya 100 persen bahkan 1000 persen perbuatan pidana,” tegasnya lagi.
Sukirlan meyakini, bahwa ada yang memerintahkan personil Satpol PP untuk turun mem-back up proses penggusuran. Sebab lanjut dia, kehadiran Satpol PP dan aparat negara lainnya bukan tanpa alasan.
“Tidak mungkin mereka turun tanpa perintah. Kalau penyidik lihai berpikir, siapa yang memerintah mereka,” tandasnya.
Selaku kuasa hukum, Ia sangat berharap kepada pihak kepolisian agar kepolisian bekerja secara profesional tanpa intervensi dari luar. Kata dia, jangan didesak dulu baru bergerak. Sebab, hingga sekarang kasus ini belum ada perkembangan yang berarti.
“Saya tahu polisi banyak pekerjaan, tapi dengan waktu yang cukup lama itu kalau diseriusi pasti bisa diselesaikan,” kata Sukirlan.
Seperti diberitakan sebelumnya, penggusuran lahan dengan cara paksa diduga dilakukan oleh sekelompok aparat negara yang diduga diperintahkan oleh Herwin Yatim di Kelurahan Kilongan Permai, Kecamatan Luwuk Utara pada 25 April 2017 silam.
Lahan milik Nikma Mahmud (36) dengan mengantongi hak alas tanah berupa surat penyerahan dari Camat Luwuk Utara selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) itu, diserobot dan digusur menggunakan alat berat excavator milik Dinas PU Banggai, dan disaksikan langsung aparat negara, yakni, personil Satpol PP, perwakilan BPN, pihak Kelurahan Kilongan Permai (Lurah dan Staf), personil Bhabinkamtibmas, serta beberapa orang yang belum diketahui identitasnya.
Penggusuran lahan milik Herwin Yatim yang mengantongi sertifikat itu, diawali dengan menyeruduk pagar dan meratakan pondasi rumah Nikma Mahmud. Padahal Nikma Mahmud sudah mengingatkan, bahwa lahan tersebut miliknya berdasarkan hak alas tanah berupa surat penyerahan dari Camat Luwuk Utara selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Namun, penjelasan Nikma Mahmud tak dihiraukan. Penggusuran tetap berjalan, sehingga bangunan di atas tanah itu rata dengan tanah.
Sementara itu, Herwin Yatim yang saat ini Bupati Banggai saat dikonfirmasi terkait persoalan penggusuran sepihak lahan di Kilongan Permai itu tak membalas pesan yang disampaikan melalui Whatsapp. Pesan dikirimkan wartawan koran ini pada Kamis 13 Juli 2017 sekira pukul 22,24. Dalam pesan Whatsapp tersebut, Herwin hanya membaca isi konfirmasi wartawan tanpa membalas pesan yang dikirimkan wartawan koran ini.(awi/bd)

 

 

About uman