Home » Berita Utama » Herwin Yatim Hadiri Sidang
Herwin Yatim Hadiri Sidang
Bupati Banggai Herwin Yatim saat menghadiri sidang dugaan pencemaran nama baik, di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Luwuk, Senin (24/7). Dengan menggunakan pakaian dinas, Ia hadir sebagai saksi korban.

Herwin Yatim Hadiri Sidang

LUWUK–Bupati Banggai Herwin Yatim, akhirnya menghadiri sidang dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Didi Muhammad alias Didi (49), di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Luwuk, Senin (24/7).
Herwin Yatim hadir sebagai saksi korban setelah dua kali tidak hadir dengan alasan tugas kedinasan. Herwin Yatim menggunakan pakaian dinas coklat-coklat lengkap dengan tanda jabatan, dan memegang beberapa lembar kertas yang digulung.
Di depan Ketua Majelis Hakim Ahmad Suhel Nadjir SH., MH, anggota Majelis Hakim Suhardin S Sapa SH dan Sudirman SH, Herwin Yatim menyampaikan kesaksiannya.
Kata dia, postingan yang dilakukan terdakwa Didi Muhammad di akun facebook milik Akrim Asamin, sangat menjatuhkan harkat dan martabatnya selaku pribadi dan jabatan yang diembannya sebagai Bupati Banggai.
“Saya dapat informasi postingan itu pada akhir Januari 2017. Postingan terdakwa itu dituduhkan kepada saya. Saya dibilang bupati Firaun,” beber Herwin Yatim di hadapan Majelis saat ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni, Tri Mulyani SH dan Renita Tuna SH.
Menurut Herwin, postingan itu tidak punya dasar, sehingga terdakwa harus bertanggung jawab. “Saudara terdakwa harus membuktikan, Firaun itu siapa? Sementara saya ini beragama dan percaya Tuhan,” tuturnya.
Herwin Yatim menyatakan, postingan terdakwa sangat mengganggu psikologinya. Kata dia, mengucapkan sesuatu yang dikonsumsi publik itu harus dibuktikan, jika tidak maka hukum yang akan berbicara.
“Herwin Yatim itu Firaun, Herwin Yatim itu bahlul, Herwin Yatim itu biongo (bahasa Saluan artinya bodoh), harus dibuktikan oleh terdakwa,” tegas Herwin Yatim disambut puluhan warga yang menyaksikan sidang dengan tawa.

Apakah postingan terdakwa sangat berpengaruh terhadap saudara saksi? tanya Majelis Hakim. “Sangat berpengaruh. Sesungguhnya ada dampak sosial,” jawabnya.
Herwin Yatim kembali ditanyakan Majelis Hakim dari sisi kemanusiaan. Apakah saudara terdakwa pernah meminta maaf? “Iya, pernah datang. Secara pribadi saya sudah maafkan, tapi hukum harus ditegakan karena prosesnya sudah berjalan,” katanya.
Ini dilakukan kata Herwin Yatim, untuk memberikan contoh kepada masyarakat lainnya, sehingga tidak terulang lagi postingan-postingan seperti itu.
Sementara itu, selain Herwin Yatim, JPU juga menghadirkan saksi lain Supriadi Ahmad. Sidang ini akan dilanjutkan lagi pada Senin pekan depan (31/7) dengan agenda masih pemeriksaan saksi.
Sebelumnya, dugaan pencemaran nama baik ini berawal dari postingan saksi Akrim Asamin di medsos fecebook dengan nama akun Akrim Asamin Nursin pada 26 Januari 2017 sekira pukul 2.11 am, Luwuk. Postingan itu tentang penyampaian aspirasi saksi Akrim Asamin yang menyebutkan “sudah ini yang kalian bangga banggakan ke pemerintahan WIN STAR…? kasian skli ee… sedangkan di birokrasi sj ank daerah yg bermutu habis di pangkas jabatannya lalu di nonjobkan.. hiist..mual saya dgn kepemimpinan bupati Winstar Herwin Mustar di luwuk banggai baca ini koran baik”….. #miris# talalo bapandang enteng ank daerah… Tunggu saja kota luwuk sy bikin macet 8jam#Demo keras#”.
Postingan inilah membuat terdakwa Didi Muhammad alias Didi (49) berkomentar dengan akun facebook bernama Didi Muhammad pada 26 Januari 2017 sekira pukul 2.04 PM dengan postingan “Saya kan so bilang,Herwin Yatim itu, FIRAUN…… muda”han jo cepat Allah datang ambe depe nyawa…. Amiiiiiiiinnnnnn….”.
Tak sampai di situ, terdakwa kembali memposting pada 29 Januari 2017 dengan kalimat “yg jelas itu Bupati bahlul & biyongo”.
Atas postingan tersebut, terdakwa dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.(awi)

About uman