Home » Politik » Bawaslu RI Diminta Tarik Ketua Timsel
Bawaslu RI Diminta Tarik Ketua Timsel
Suhartono Sahido

Bawaslu RI Diminta Tarik Ketua Timsel

LUWUK— Protes atas keputusan tim seleksi (timsel) calon Panwaslu, masih saja disuarakan Suhartono Sahido. Kali ini mantan calon Panwaslu Banggai yang tereliminasi pada tes tertulis ini mendesak Bawaslu RI menarik Aminuddin Kasim sebagai Ketua Timsel Zona II Panwaslu.
Desakan ini disampaikan Suhartono kepada Luwuk Post, Senin (24/7) kemarin. “Sepak terjangnya tidak mencerminkan sikap yang patut sebagai timsel yang professional dan akuntable. Bawaslu RI perlu menyikapinya,” ucap Suhartono.
Selama berada di Kota Luwuk, Aminuddin nilai Suhartono, terindikasi membangun konspirasi terselubung dengan para komisioner KPU banggai. Padahal kapasitas dia ke Luwuk diberi wewenang untuk menyeleksi calon Panwaslu dan bukan berurusan dengan para komisioner.
“Dia (Aminuddin) mestinya pandai menjaga jarak berkomunikasi dengan siapapun. Itu etika seorang timsel yang benar dan bisa menjaga netralitas,” kata dia. Peran Aminuddin lanjut Suhartono, seputar administrasi saja, kawal soal tes, memberikan pengarahan kepada peserta serta lainnya yang bersifat administrasi. Bukan malah sok idealis. Padahal tindakannya sangat ceroboh, dengan mengkatrol nilai peserta yang diinginkannya, tidak cermat mengendus rekam jejak peserta dan bergaul bebas.
Metode seleksi yang diterapkan Aminuddin juga disorot mantan Ketua Panwaslu Banggai ini. Menurutnya, dalam proses pemeriksaan tes tertulis, tidak melibatkan timsel lain. Dan itu sangat rentan terjadi manipulasi. “Bila perlu ruang periksa dilengkapi dengan CCTV,” ucap dia.
Begitu pula dengan pembobotan nilai tak luput dari plototan Suhartono. Seperti dari nilai 100 soal multipulcois yang dibobot 60 persen dan nilai esay sejumlah 5 soal yang dibobot 40 persen, kemudian nilai peserta yang didapat diakumulasi pembagiannya untuk mendapatkan nilai hasil akhir.
Hal ini perlu ketelitian dan kecermatan timsel. Karena dapat menjadi jebakan atau bumerang akibat kecerobohan. “Dari fakta hasil sekarang ini, sangat mudah bagi saya memetakan kecenderungan timsel bersikap objektif atau subjektif,” tutup Suhartono. (yan)

 

About uman