Home » Politik » Sebut Timsel Terapkan Sistem Katrol
Sebut Timsel Terapkan Sistem Katrol
Suhartono Sahido

Sebut Timsel Terapkan Sistem Katrol

LUWUK— Dari 10 calon Panwaslu Kabupaten Banggai yang tereliminasi dari hasil tes tertulis, salah satunya Suhartono Sahido. Meskipun menerima keputusan tim seleksi (timsel) calon Panwaslu zona II yang diketuai Aminuddin Kasim, namun Suhartono mengajukan protes.
Dikonfirmasi atas putusan hasil tes tertulis sebagaimana tertuang dalam surat keputusan nomor 05/TS-Z2/Sulteng/2017 tertanggal 19 Juli itu, Suharto menilai, dalam melaksanakan tes tertulis, timsel menggunakan sistem katrol.
Parameter dari indikasi menggunakan strategi tidak obyektif itu kata Suhartono, munculnya sejumlah nama yang minim kapasitas tentang kepemiluan. Bagi dia, sistem ini membuka peluang calon lain menjadi tidak aman dan berpeluang digugurkan dengan tidak wajar.
Suhartono menduga, kondisi ini terjadi karena timsel tidak sungguh-sungguh menerapkan metode seleksi yang jujur dan terukur. Bahkan sebut Suhartono, timsel telah kemasukan pengaruh dari pihak-pihak yang punya kepentingan.
Dia mencontohkan, hasil nilai minimal peserta yang disepakati timsel adalah nilai 6 sebagai angka aman untuk bisa dinyatakan lulus. Dari angka 6 ini, jika diberlakukan sistem katrol tanpa kontrol akan mengacak komposisi rangking dan berdampak buruk bagi peserta yang hasilnya murni apa adanya.
Dengan kapasitas yang dimiliki, Suhartono meyakini bahwa soal test tertulis itu masih bisa dijangkaunya, asalkan diperiksa secara adil. Hal ini tentu saja menjadi dilematis bagi peserta yang gugur untuk melakukan protes. Karena selain hak preogratif, timsel juga memiliki data backup hasil manipulasi.
“Saya berharap pihak Bawaslu pusat segera mengambil langka kongkrit untuk mengevaluasi kinerja timsel yang modelnya seperti ini, dengan tidak memahami suasana batin peserta test dan masyarakat Kabupaten Banggai,” kata Suhartono.
Protes lain Suhartono yakni timsel mengajak makan dan melakukan dialog terbuka dengan para komisioner KPU Banggai, para akademisi bahkan ada peserta tes tertulis pada sebuah café di Kota Luwuk. Menurutnya, sikap ini melangggar azas dan diluar kebisaan timsel selama ini. Meski begitu, Suhartono mengaku bersyukur, karena Allah Swt telah memberi jawaban dalam menunggu proses peruntungan nasib. “Saya termasuk salah satu peserta yang belum bernasib mujur untuk berpartisipasi di pemilu kali ini,” ucapnya. (yan)

 

 

About uman