Home » Berita Utama » 53 Personil TNI-Polri Tertibkan Tambang Ilegal
53 Personil TNI-Polri Tertibkan Tambang Ilegal
Sejumlah penambang ilegal diberikan pembinaan oleh Kapolsek Toili bersama Danramil 1308-03 Batui - Toili setelah membakar beberapa mesin dompeng milik penambang, di Dongin, Toili Barat, Selasa (18/7).

53 Personil TNI-Polri Tertibkan Tambang Ilegal

KAPOLSEK Toili dan Danramil 1308-03 Batui – Toili geram dengan adanya aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Lopon Desa Dongin Kecamatan Toili Barat.

Para penambang tersebut telah berulang-ulang kali diberikan pembinaan bahkan diminta untuk mengurus ijin tambang oleh pemerintah setempat namun diabaikan. Padahal penambangan emas ilegal mengancam badan jalan trans nasional yang ada di wilayah tersebut.
Dari penyisiran yang dilakukan oleh pasukan gabungan 53 personil Polri – TNI, , Selasa (18/7) sekira pukul 10.30 Wita, kemarin kembali dilakukan pembinaan terhadap 93 orang penambang terkait aktivitas mereka yang berjarak kurang lebih 2 meter dari jalan negara itu. Mesin dompeng milik para penambang dibakar di lokasi.
“Sudah tiga kali dilakukan pembinaan dan hari ini yang ke empat kalinya, karena tidak diindahkan maka TNI dan Polri langsung menghentikan, karena sudah mengancam jalan nasional kurang lebih 15 Km antara desa Tirta Jaya dan Uwelolu,” ujarnya Kapolsek Toili, Iptu Akhwan.
Ia mengimbau para penambang ingin beroperasi kembali, maka setidaknya mengurus ijin terlebih dahulu dan beraktivitas lebih 15 meter dari bibir jalan raya.”Biar tidak ancam jalan ini, karena ini fasilitas umum, tidak bisa dirusak, malah sudah ada yang jebol badan jalan gara-gara tambang, ini fakta pengrusakan, kalau ini terulang lagi maka akan ditindaki secara hukum,”tambahnya.
Danramil 1308-03, Abdul Azis mengatakan para penambang harus mengantongi ijin yang sah jika ingin melanjutkan aktivitasnya. Sebab tidak hanya jalan nasional saja yang rusak akibat tamabang tersebut, tapi ribuan hektar sawah milik petani bercampur lumpur, mengakibatkan sawah tidak mendapatkan kebutuhan air yang cukup.”Jadi harus kantongi ijin baru bisa beroperasi, kasian petani hanya jadi korban,”tuturnya.
Ia menuturkan akibat penambangan ilegal itu hasil panen padi di kecamatan Toili sangat menurun.”Kalau terus dibiarkan sawah-sawah terus jadi korban tambang, jadi memang harus dihentikan,” tutupnya.(um)

 

About uman