Home » Uncategorized » Kades Sampaka Mengadu di DPRD
Kades Sampaka Mengadu di DPRD
Kades Sampaka Kecamatan Bualemo Munawir Kundjae (kanan) saat bertandang di kantor DPRD Banggai, Senin (17/7). Dia membawa aspirasi warganya, pasca banjir bandang yang melanda desa itu.

Kades Sampaka Mengadu di DPRD

LUWUK— Kepala desa (Kades) Sampaka Kecamatan Bualemo, Munawir Kundjae mengadu di kantor DPRD Banggai, Senin (17/7) kemarin. Di rumah rakyat itu, dia membawa sejumlah aspirasi warga desanya, yang baru-baru ini terkena musibah banjir bandang.
Kepada Luwuk Post, Nawir sapaan akrabnya mengaku tak banyak usulan warga, yakni dapat dibangunkan jalan, bronjong serta normalisasi sungai. “Harapan kami itu bisa disahuti pada penetapan APBD tahun anggaran 2018,” kata Nawir.
Selama ini lanjut dia, terbangunnya sejumlah infrastruktur di desa Sampaka yang dihuni 266 kepala keluarga, berasal dari alokasi anggaran Pemprov Sulteng. Lewat APBD Banggai belum pernah ada. “APBD Banggai belum pernah menyentuh. Kami harap lewat APBD tahun depan dapat disikapi,” ucapnya.
Dia sedikit mengurai tentang kondisi warganya pasca banjir bandang yang telah merusak sebanyak 88 rumah tersebut. Untuk sembako awalnya banyak. Karena seiringnya waktu, sehingga persediaannya mulai menepis. “Untung saja baru-baru ini Bulog mendistribusikan bantuan,” kata dia. Sementara untuk pakaian layak pakai, kata Nawir cukup banyak.
Dia menjelaskan, dari belasan rumah yang rusak parah, enam diantaranya telah diperbaiki. Sedang delapan unit rumah lainnya belum sama sekali terbangun. JOB Medco telah memberikan bantuan berupa 200 lembar seng dan 100 zak semen. Begitu pula dengan Untika Luwuk telah memberikan bantuan 130 lembar seng serta 20 zak semen. Bantuan itu kata Nawir belum didistribusikan kepada warga, dengan pertimbangan jangan sampai karena warga butuh dana sehingga menjualnya. “Kami masih simpan. Tapi setelah jumlah yang dibutuhkan sudah terpenuhi, kami langsung action membangun rumah warga,” jelas Nawir.
Untuk membangun delapan unit rumah warga dengan ukuran 7×5 meter, pihaknya membutuhkan sebanyak 400 lembar seng. “Saat ini kami masih kekurangan 70 lembar seng dan 20 zak semen untuk membangun pondasi,” ucapnya.
Warga yang menjadi korban banjir bandang kata Nawir lagi, mengalami trauma. Mereka berkeinginan direlokasi dari tempat itu. “Pemerintah desa sudah menyiapkan lahannya, yang berada di ketinggian. Disana warga akan merasa lebih aman,” kata Nawir. Ada alternatif untuk mengantisipasi ketika tidak ada alokasi anggaran dari Pemda terkait relokasi tersebut. Kata Nawir, pihaknya siap mengalokasikannya dari dana desa. “Hitungan kami untuk 10 rumah bisa menelan dana Rp350 juta dari dana desa,” kata dia. Dan untuk lokasi lama, Pemdes Sampaka berencana membangunkan ruang terbuka hijau (RTH). “Planing kami membuat RTH. Itu bisa dijadikan sumber pendapatan warga,” jelasnya.
Aspirasi Kades Sampaka ini langsung mendapat lampu hijau anggota Komisi 2 DPRD Banggai, Nasir Himran. Politisi PKS ini mengaku akan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan warga Sampaka itu. “Insya Allah kami akan dorong itu pada penetapan APBD tahun depan,” kata aleg asal dapil III ini. (yan)

About uman