Home » Metro Luwuk » Bina Tiga Anak, Beri Motivasi Para Atlet
Bina Tiga Anak, Beri Motivasi Para Atlet
Sekalipun usia sudah 59 tahun, namun Haris Achmad masih terlihat lincah saat bermain tenis meja di aula KONI Kabupaten Banggai, belum lama ini.

Bina Tiga Anak, Beri Motivasi Para Atlet

PARA atlet tenis meja di era tahun 70-an sangat mengenal sosok Haris Achmad. Setumpuk prestasi pernah ditorehkannya. Kini lelaki 59 tahun ini telah gantung bad. Namun kiprahnya di cabang olahraga itu tak pernah pudar.

SOFYAN LABOLO-LUWUK POST
KETUA Harian KONI Kabupaten Banggai, Alfian Djibran resmi menutup open turnamen tenis meja se-Sulteng di aula KONI Banggai, Minggu (16/7) malam. Panitia pelaksana disibukkan dengan membagikan puluhan dos berisikan kue dan air mineral. Bukan berarti ajang yang berlangsung selama tiga hari Jumat-Minggu (14-16/7) itu telah berakhir. Masih ada prosesi penutup.
Malam itu panitia pelaksana yang diketuai Iswan Kurnia Hasan menyeting pertandingan eksebisi, antara Haris Achmad versus Ibrahim. Laga itu turut mengundang perhatian para atlet muda termasuk Ketua Pengkab Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Banggai Rensly Saadjad. Meskipun usia sudah uzur, namun keduanya tetap menampilkan permainan bak atlet muda. Aplous penonton membahana di gedung itu, setelah menikmati reli-reli panjang yang dipertontonkan Haris dan Ibrahim.
Open turnemen tenis meja se-Sulteng yang sebelumnya dibuka Bupati yang diwakili Asisten I Setda Banggai, Ramlin Hanis itu, selain mempertandingkan tunggal putra dan ganda juga nomor veteran. Haris Achmad menjadi sponsor khusus pada kelas veteran. Tak hanya piala veteran yang pernah diraihnya untuk dijadikan piala bergilir, namun Harus juga menyiapkan bonus uang untuk para pemenang. Sang juara pada nomor veteran itu adalah Ibrahim, yang kemudian dipilih Haris sebagai lawan tandingnya pada eksebisi malam itu.
Haris banyak bercerita tentang pengalamannya di cabang tenis meja. Pada PON ke VII di Surabaya Provinsi Jawa Timur, Haris pernah memperkuat kontingen Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dia punya andil mengantarkan kota yang dijuluki Bubur Manado masuk 8 besar. “Saat itu saya masih berusia 19 tahun,” kenang Haris yang ditemui Luwuk Post di aula KONI Kabupaten Banggai, belum lama ini.
Bagi Haris tenis meja punya kenangan yang tidak bisa dilupakannya. Bahkan dia mengaku, hanya karena menjadi atlet cabang olahraga tersebut, dia bisa menggapai kesuksesan. “Saya bisa kerja di BNI 46 Cabang Luwuk tahun 1979 lalu, gara-gara saya jago main tenis meja. Padahal tidak sesuai dengan disiplin ilmu saya,” tutur dia.
Sederet prestasi pernah ditorehkannya. Saking banyaknya, Haris tak mampu sebut satu persatu predikat juara dengan mengusung bendera Kabupaten Banggai. “Cukup banyak prestasi. Yang pasti terakhir saya bermain pada Kerjurda memperebutkan piala Veteran tahun 2008. Sejak itu saya gantung bad,” kata Haris.
Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Pepatah lama ini melekat pada diri Haris. Talenta yang dimiliki, ternyata menular pada semua anaknya. Sebut saja Zulkifli Achmad. Dia salah satu atlet Banggai tunggal putra yang ditakuti, tidak hanya lokal namun regional. Begitu pula Selvira Achmad. Atlet tunggal putri ini adalah peraih emas pada Porprov di Kabupaten Poso lalu.
Kehebatan bermain tenis meja juga terlihat pada anak bungsunya, Rizky Rifansyah Ahmad. Peraih juara I O2SN tingkat SMP ini dipersiapkan ayahnya untuk bergabung dengan club tenis meja yang diasuh David Yakob pemain nasional.
Sekalipun tak aktif lagi berlaga di arena, namun Ketua asosiasi jasa konstruksi nasional (Apjakon) Sulteng serta Ketua asosiasi ahli teknik Indonesia (AATI) Sulteng ini merasa puas. Betapa tidak para buah hatinya mampu meneruskan kiprahnya sebagai petenis meja handal.
Bahkan pada open turnamen tenis meja se-Sulteng yang dilaksanakan di KONI Banggai, Kepala agen PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) wilayah kerja mencakup Banggai, Bangkep, Balut, Touna, Morowali dan Morowali Utara ini menyumbangkan piala veteran yang pernah direbutnya. (*)

About uman