Home » Torang p Sekolah » Mobiler Berstatus Pinjaman Ditarik
Mobiler Berstatus Pinjaman Ditarik
Seluruh siswa SMAN 1 Luwuk Timur di desa Louk terancam tidak dapat belajar akibat tidak ada mobiler sekolah.

Mobiler Berstatus Pinjaman Ditarik

LUWUK TIMUR– Puluhan siswa di SMA Negeri 1 Luwuk Timur, terancam tidak dapat belajar. Pasalnya, semua mobiler baik bangku maupun meja belajar yang ada di seluruh ruang kegiatan belajar (RKB) telah dikosongkan. Itu terjadi, karena pemilik mobiler dalam hal ini pihak SMPN 6 Luwuk Timur telah menariknya kembali.
Irwan, salah satu orang tua siswa yang mengeluhkan persoalan itu menyebutkan, selain merugikan siswa karena tertundanya proses belajar mengajar, fakta yang terjadi di sekolah itu sangat jarang ditemukan. Alasannya, setiap pembangunan sekolah baru selalu berbawaan dengan penyediaan mobiler dan sarana pendukung lainnya. “Ini sudah jelas-jelas menimbulkan pertanyaan pada orang tua siswa,” katanya, Sabtu (15/7).
Lebih lanjut kata Irwan, selama sarana pendidikan itu di bangun dan telah dimanfaatkan selama kurang lebih 2 tahun lamanya, orang tua siswa tidak pernah mengetahui kalau mobiler yang digunakan oleh siswa masih berstatus pinjaman. Ironisnya lagi, pihak sekolah dan juga komite terkesan diam dan tidak pernah melakukan upaya penyelesaian terhadap kekurangan yang ada di sekolah itu. “Kalau sudah seperti ini, bagaimana siswa bisa belajar nanti,” Keluhnya.
Dia menyarankan, pihak sekolah bersama komite perlu mengambil sikap untuk memertanyakan persoalan tersebut pada instansi terkait.“Secepatnya masalah ini dipertanyakan, mengingat para siswa akan memasuki masa aktif belajar,” tandas Irwan.
Sementara, Humas SMAN 1 Luwuk Timur, Rahmat Suleman menjelaskan,mobiler yang di gunakan selama ini masih berstatus pinjaman. “Semua mobiler, baik dari bangku, meja belajar dan lemarinya itu, seluruhnya milik SMPN 6 Luwuk Timur,” ujarnya.
Bahkan sejak kemarin (Sabtu 15/7, red) kata Rahmat, pihak SMP telah melakukan penarikan terhadap sejumlah aset sekolah yang hanya dipinjampakaikan kepada pihak SMA. Sehingga, 2 ruangan yang dipakai belajar telah kosong dari fasilitas itu.
Terpisah, Kepala SMPN 6 Luwuk Timur, I Nyoman Karmanta menyebutkan, penarikan terhadap sejumlah fasilitas yang dipinjam pakaikan kepada SMA, disebabkan karena tidak berimbangnya lagi antara jumlah siswa yang mendaftar dengan fasilitas belajar yang tersedia di SMP. Itu pun kata Karmanta, dari 33 unit mobiler yang dipinjamkan, baru sebanyak 20 unit yang ditarik. “Mobilernya belum kita ambil semua. Masih ada yang tersisa untuk persediaan SMA,” pungkasnya. (ir)

About uman