Home » Politik » 28 Calon Panwaslu Tes Tertulis
28 Calon Panwaslu Tes Tertulis
Sebanyak 28 calon Panwaslu Kabupaten Banggai mengikuti tes tertulis, bertempat di gedung Pemuda Luwuk, Minggu (16/7)

28 Calon Panwaslu Tes Tertulis

LUWUK— Sedikitnya 28 calon panitia pengawas pemilihan umum (Panwaslu) Kabupaten Banggai, mengikuti tes tertulis bertempat di gedung Pemuda Luwuk, Minggu (16/7) kemarin. Sebanyak 100 soal pilihan ganda plus lima soal esay, mereka rampungkan siang itu.
Ketua tim seleksi (timsel) Panwaslu Dr. Aminuddin Kasim, SH, MH turun langsung melaksanakan pengawasan terhadap seleksi tersebut. Sebelumnya membagikan lembaran soal, Aminuddin memberi arahan kepada semua calon Panwaslu Kabupaten Banggai.
“Nantinya ada yang namanya tanggapan masyarakat. Sudah pasti ada pro dan kontra. Timsel tidak akan menelan mentah-mentah. Kami tetap melakukan klarifikasi pada tahapan wawancara,” kata Aminuddin. Yang pasti sambung dia, kalau sudah rezeki, maka tidak ada satupun yang bisa menghalangi.
Pembukaan naskah soal yang masih tersegel turut disaksikkan dua perwakilan calon Panwaslu Banggai. Setelah dianggap terjaga kerahasiaan soal yang datang dari Bawaslu RI itu, kedua perwakilan peserta menandatangani berita acara. Aminuddin yang dibantu tiga orang tenaga sekretariat dari Bawaslu Sulteng juga membacakan tata tertib tes tertulis. Untuk Kabupaten Banggai masuk dalam zona II, bersama empat kabupaten lainnya, yakni Poso, Morowali Utara, Morowali, Bangkep serta Banggai Laut.

KETERWAKILAN GENDER
Jumlah calon Panwaslu Kabupaten Banggai cukup besar. Untuk wilayah Sulteng, daerah ini masuk tiga besar. Hanya saja dari 28 calon minus empat calon yang dinyatakan tak lolos berkas, empat diantaranya keterwakilan gender. Kuantitas ini terbilang kecil. Itu artinya antusias kaum Hawa untuk menjadi Panwaslu masih rendah.
Ketua timsel Dr. Aminuddin Kasim mengatakan,
Ruang untuk 30 persen keterwakilan perempuan di Panwaslu sangat terbuka. Bahkan bukan sebuah masalah, ketika tiga Panwaslu yang terpilih nantinya berasal dari kalangan perempuan. “Bisa jadi ketiganya perempuan. Asalkan punya kapasitas dan integritas,” ucapnya.
Menurut Aminuddin, kemampuan perempuan jangan dipandang sebelah mata. “Mereka (perempuan) itu hebat. Dan ibu Ratna Dewi Pettalolo sudah membuktikkannya lolos menjadi komisioner Bawaslu RI,” kata Aminuddin. (yan)

About uman