Home » Metro Luwuk » Penyidik Periksa Empat Saksi
Penyidik Periksa Empat Saksi
AKP Rizky Pratama

Penyidik Periksa Empat Saksi

LUWUK–Satreskrim Polres Banggai sudah memeriksa sebanyak empat orang saksi terkait dugaan teror bom pada enam titik di Kelurahan Bunta, Kecamatan Bunta pada Jumat (30/6) lalu. “Masih terus diselidiki. Tim penyidik masih berada di Bunta,” ungkap Kasat Lantas Polres Banggai AKP Rizky Pratama, Selasa (11/7), di ruang kerjanya.
Ditanya soal kaitannya dengan kekesalan warga terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Bunta, Kasat enggan berkomentar. “Kalau saya no comment. Pastinya masih dalam tahap lidik,” katanya.
Rizky menuturkan, keempat saksi yang diperiksa adalah pemilik rumah yang terkena teror bom. Sementara untuk saksi lain belum bisa dijangkau. Sebab, kata dia, teror bom tersebut diletakan pada malam hari. Sehingga, tidak ada saksi yang melihat atau mencurigai gerak gerik pelaku saat beraksi.
Meski demikian, pihaknya optimis akan mengungkapkan pelaku teror bom yang menggemparkan warga Bunta. “Insya Allah, kami bisa ungkap,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Camat Bunta Ismed Wardana saat dikonfirmasi Luwuk Post membenarkan adanya opini yang berkembang di masyarakat tentang aksi teror bom yang diduga karena kesal dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Bunta. Namun, pihaknya belum bisa memastikan opini tersebut.
“Banyak opini di masyarakat yang berkembang seperti itu. Namun belum ada yang yang bisa buktikan secara nyata,” katanya via Whatsapp.
Dikatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan barang bukti. “Kami belum bisa simpulkan,” tandas mantan Sekcam Luwuk Utara ini.
Seperti diketahui, teror bom yang terjadi di Kelurahan Bunta, Kecamatan Bunta Jumat (30/6) lalu, menggemparkan warga. Tak hanya warga Bunta, hampir seluruh masyarakat Kabupaten Banggai was-was dengan aksi teror tersebut.
Bagaimana tidak, teror bom terjadi di saat umat muslim masih merayakan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Meski demikian, informasi yang dihimpun Luwuk Post menyebutkan, teror bom ini diduga berkaitan dengan aksi demo masyarakat yang kesal dengan pelayanan di Puskesmas Bunta. Pasalnya, dari enam titik temuan benda yang diduga bom, ada lima titik ditemukan di lokasi yang berhubungan dengan pemangku kebijakan di Kecamatan Bunta. Seperti di tempat praktek dr Viermont Pakaya yang notabenen adalah Kepala Puskesmas Bunta. Lalu, di dalam ruang UGD Puskesmas Bunta, di depan perumahan pegawai Puskesmas Bunta, di teras rumah jabatan Camat Bunta, dan di depan kantor Camat Bunta. Sementara satunya di depan teras rumah seorang warga di Kelurahan Salabenda, Kecamatan Bunta.(awi)

About uman