Home » Metro Luwuk » Lagi, Jalan Bunga-Lambangan Telan Korban
Lagi, Jalan Bunga-Lambangan Telan Korban
Andi alias Ai (20) warga dusun Bayu, desa Louk, kecamatan Luwuk Timur ditemukan warga sudah tidak bernyawa di ruas jalan Bunga-Lambangan, Selasa (11/7).

Lagi, Jalan Bunga-Lambangan Telan Korban

LUWUK UTARA– Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) kembali terjadi di ruas jalan Bunga-Lambangan wilayah kecamatan Luwuk Utara. Kali ini peristiwa naas itu dialami Andi alias Ai (20),warga dusun II Bayu, desa Louk, Kecamatan Luwuk Timur, Selasa (11/7).
Korban diketahui sudah tidak bernyawa, setelah pihak keluarga mendapat informasi dari warga yang melintas di jalan itu sekira pukul 07.00 wita. Saat ditemukan, korban masih bersama motor yang dikendarainya dengan jenis suzuki F150 warna biru putih tanpa plat nomor yang jatuh tak jauh dari tubuh korban.
Belum diketahui motif kejadian yang menimpa korban.Namun diduga kuat, korban mengalami kecelakaan tunggal karena tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya korban lain pada peristiwa itu.
Sejumlah aparat Kepolisian Resort Banggai yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), langsung memasangkan police line di titik kejadian, setelah melakukan proses identifikasi. Di TKP, petugas hanya mendapat informasi sementara dengan ditemukannya bekas seretan ban motor korban yang keluar dari badan jalan. “Belum bisa kita pastikan motif kejadian,” ujar salah seorang anggota Polisi saat berada di TKP. Selang beberapa jam kemudian, jasad korban dievakuasi oleh aparat kepolisian untuk pemeriksaan lanjut di RSUD Luwuk.
Ibu kandung korban, Hamdia Intadja yang sudah berada di TKP mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, dirinya masih sempat memberikan uang Rp 50 ribu kepada korban. “Uang itu saya berikan karena Dia (Korban) membantu menggadaikan handphone milik temannya sekitar pukul 21.00 wita,” jelasnya saat memberi kesaksian pada petugas di TKP.
Menyangkut kejadian selanjutnya kata Hamdia, dirinya tidak mengetahui lagi. “Saya sudah tidur, sehingga tidak mengetahui lagi persoalan selanjutnya,” sambung Diah, sapaan akrabnya.
Sementara, beberapa informasi yang berkembang di TKP menyebutkan, sekitar pukul 22.00 wita, sempat melintas sepeda motor dari arah desa Louk menuju desa Bunga dengan kecepatan tinggi. Warga bahkan dibuat kaget, karena laju motor yang dikendarai oleh jokinya sudah tidak menentu.“Memang kencang sekali lari motor pada malam itu. Jangan-jangan malam itu (Senin 10/7) sudah Dia (Korban) yang lewat,” tutur salah seorang warga dusun Lambangan, desa Louk.
Masih di TKP, kepala desa Bunga Sarudin Timpo menilai, peristiwa itu murni kecelakaan tunggal. Alasannya, kondisi motor yang dikendarai korban tidak mengalami kerusakan berarti. “Kalau duel, pasti korbannya tidak hanya satu. Bahkan, kondisi motor akan sama-sama berantakan,” ujarnya.
Selain itu sebut kades, korban dimungkinkan sudah tidak bernyawa selama kurang lebih 5 atau 6 jam yang lalu. Sebab, darah yang keluar dari tubuh korban sudah membeku. Belum lagi, cuaca pada malam itu lagi diguyur hujan. “Korban dipastikan jatuh sendiri. Menyangkut penyebab lain petugas yang lebih mengetahuinya,” pungkasnya.
Secara terpisah, Kasat Lantas Polres Banggai, AKP Adirawa Permana, saat dikonfirmasi menyatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP. Namun, belum bisa disimpulkan kronologis kejadian. “Kronologis awal masih dalam tahap penyelidikan,” tuturnya.
Sementara untuk motif tewasnya korban, apakah kecelakaan murni atau penganiayaan, Kasat Lantas belum bisa memberikan komentar. “Sampai saat ini masih belum diketahui,” kata Adiwara.(ir/awi)

About uman