Home » Berita Utama » 49 Jiwa Kehilangan Rumah
49 Jiwa Kehilangan Rumah
Dua warga Desa Sampaka, Kecamatan Bualemo berpelukan sambil menangis di depan halaman rumah mereka, Minggu (2/7). Rumah mereka sudah hanyut terbawa banjir.

49 Jiwa Kehilangan Rumah

LUWUK-Tingginya curah hujan selama tiga hari belakangan di Kabupaten Banggai berdampak di sejumlah wilayah. Salah satunya di Desa Sampaka, Kecamatan Bualemo, Sabtu (1/7) pekan lalu. Sembilan rumah warga hanyut terseret arus banjir, dan menyebabkan 49 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Camat Bualemo, Ali Usman SH menuturkan pihaknya telah melakukan pendataan terhadap korban banjir. Data sementara 9 rumah dan 9 ekor ternak sapi warga hanyut terbawa banjir. “Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten Banggai. Tim dari BPBD juga sudah turun,” jelasnya, Minggu (2/7).
Ali menjelaskan dari perhitungan dan pengamatannya sekira 90 persen pemukiman penduduk di wilayahnya terendam banjir. Tapi yang terparah ada di Desa Sampaka.
Senada dengan itu, Kades Sampaka, Munawir Kunjae SH, mengatakan banjir terparah berada di desanya. Dari hasil pendataan, selain 9 rumah hanyut ada sekira 5 rumah warga yang bergeser dari pondasi serta mengalami kerusakan serius. “Yang 9 rumah itu memang sudah tidak ada. Sudah hilang. Nah, yang lima ini masih ada tapi kondisinya rusak. Itu juga sudah kami laporkan ke pemda,” kata Nawir.
Ia menjelaskan, data sementara sekira 73 jiwa di Desa Sampaka terpaksa mengungsi. Jumlah 73 jiwa itu terdiri dari 49 jiwa korban rumah hanyut, serta 24 jiwa korban rumah rusak parah. Total kerugian sementara dari perhitungan rumah sekira Rp425 juta. “Itu baru hitungan kasar dari bangunan rumah warga, belum terhitung taksiran kerugian non material seperti hewan ternak dan perkebunan warga,” terang Nawir lagi.
Banjir yang terjadi di Desa Sampaka menyisahkan duka bagi sejumlah warga. Selain kehilangan rumah, mereka juga kehilangan harga benda lainnya. Bahkan, kebutuhan untuk bertahan hidup seperti makanan dan pakaian. “Kami berharap ada uluran tangan pemerintah daerah untuk meringankan warga. Karena mereka membutuhkan selimut dan bahan makanan,” kata Nawir.
Selain di Kecamatan Bualemo, banjir juga menerjang beberapa desa di Kecamatan Masama. Informasi yang masuk ke redaksi Luwuk Post menyebutkan setidaknya 17 rumah terendam banjir di Desa Simpangan, 35 rumah di Desa Minang Andala, 10 rumah di Desa Eteng dan beberapa rumah di desa lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Akan tetapi banjir membuat sejumlah warga resah, karena curah hujan di daerah ini belum stabil. Warga khawatir kejadian serupa akan terulang jika curah hujan yang tinggi kembali mengguyur wilayah mereka.
Kecamatan lain yang juga sempat mengalami banjir ialah, Desa Longgolian, Kecamatan Bunta, namun banjir kali ini tidak separah sebelumnya. Karena banjir tidak menerjang pemukiman penduduk, tapi sempat memutus arus lalu lintas. Akan tetapi, itu tidak berlangsung lama. Hanya saja, akses jalan Trans Sulawesi Desa Longolian menuju Desa Toima, Kecamatan Bunta, tertutup lumpur banjir bandang, Sabtu (1/7) sekira pukul 18.30 Wita.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kedaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas akibat material lumpur menutup badan jalan. Kapolsek Bunta Iptu Candra, mengaku sudah mengarahkan alat berat untuk membersihkan lumpur. “Saat ini, jalan sudah bisa dilalui,” ungkapnya.
Dikatakan, banjir badang terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Bunta. Meski sudah bisa diatasi, Kapolsek mengimbau kepada masyarakat agar selalu ekstra hati-hati jika melintas di wilayah Bunta. Mengingat, hingga saat ini, hujan masih mengguyur wilayah Bunta dan sekitarnya. “Kami minta agar masyarakat, khususnya para pengendara berhati-hati,” imbau Candra.
Terpisah, personil Polsek Nuhon dikerahkan untuk memindahkan bongkahan batu besar di atas bukit, tepat di Jalan Trans Sulawesi Desa Balingara, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, Sabtu (1/7). Batu berukuran jumbo tersebut dikhawatirkan akan jatuh dan menimpa kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Apalagi, cuaca di wilayah Nuhon belum bersahabat.
Kapolsek Nuhon Iptu Muh Asdar, menuturkan, anggotanya bersama tim pemadam kebakaran dari Ampana, Kabupaten Tojo Una-una (Touna) sedang berusaha memindahkan batu. “Kami sudah berusaha dari jam 6 pagi hingga jam 5 sore. Kami menyemprot dengan air pemadam dari Ampana,” tutur Kapolsek. Hingga Sabtu sore, batu tersebut belum berhasil diamankan. Rencananya, pihaknya bersama tim pemadam kebakaran Ampana akan melanjutkan evakuasi bongkahan batu itu pada Minggu pagi (2/7) kemarin. “Besok pagi (kemarin,red) kami akan lanjutkan pekerjaan. Pokoknya sampai batu itu berhasil diamankan,” katanya.
Hingga berita dikorankan, pihak kepolisian dibantu warga setempat masih berusaha memindahkan bongkahan batu tersebut karena mengancam keselamatan pengendara yang melintas jalan provinsi tersebut.(van/awi)

About uman