Home » Berita Utama » Tangkap Pelanggar HAM, Bebaskan Dua Pejuang Tanjung
Tangkap Pelanggar HAM, Bebaskan Dua Pejuang Tanjung
Ratusan warga Tanjung, saat melakukan aksi berjalan kaki melintasi jalan Dewi Sartika, Kelurhan Keraton, Senin (12/6). Mereka berharap rumah mereka yang telah digusur, bisa dikembalikan karena dianggap tidak sesuai prosedur.

Tangkap Pelanggar HAM, Bebaskan Dua Pejuang Tanjung

LUWUK–Korban eksekusi Tanjung kembali menyuarakan aspirasi, Senin (12/6). Aspirasi disampaikan di lembaga pemerintah, seperti Polres Banggai dan DPRD  Banggai.
Tuntutan warga sama dengan aksi sebelumnya, yakni, kembalikan rumah warga yang digusur karena diduga tidak sesuai dengan objek sengketa, serta tidak sesuai prosedur. Lalu, tangkap dan adili pelanggar HAM.
Menurut warga, eksekusi lahan seluas 6,4 hektar di komplek Tanjungsari, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk itu, sudah merampas hak hidup masyarakat. Sebab warga hanya ditelantarkan begitu saja. Pemerinah daerah tidak menyiapkan ruang hidup seperti akses pendidikan, kesehatan maupun lapangan pekerjaan kepada korban eksekusi.
Warga hanya dibiarkan begitu saja tinggal di tenda-tenda darurat. Apalagi tidak lama lagi sudah masuk lebaran idul fitri.
Selain itu, warga juga mendesak pihak kepolisian agar segera membebaskan dua pejuang Tanjung yang masih dalam proses hukum karena diduga merusak fasilitas kantor bupati Banggai.
Warga mengancam akan mendatangkan massa lebih besar dan menduduki Mapolres Banggai, jika dua pejuang Tanjung berinisial SP (27) dan FR (29) itu, belum juga dibebaskan pihak kepolisian. “Kami minta kepada pihak kepolisian membebaskan teman-teman kami,” teriak seorang orator, kemarin.
Warga menilai, polisi seharusnya menangkap oknum-oknum yang terlibat langsung dalam pengurusakan rumah saat eksekusi yang diduga melebihi batas tersebut. Tak hanya itu, polisi juga harus menyelidiki otak intelektual di balik eksekusi Tanjung karena sudah mentelantarkan warga.(awi)

About uman