Home » Politik » Ketua Bapemperda Tagih Randis
Ketua Bapemperda Tagih Randis
Dua bulan terpilih sebagai Ketua Bapemperda DPRD Banggai, Zaenuri belum menikmati fasilitas kendaraan Ketua AKD. Politisi PDIP inipun protes. Suasana ketika Zaenuri terpilih sebagai Ketua Bapemperda menggantikan posisi Evert Kuganda.

Ketua Bapemperda Tagih Randis

LUWUK— Sejak terpilih sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperd) DPRD Banggai sekitar dua bulan lalu, Zaenuri belum menikmati fasilitas kendaraan dinas (Randis). Politikus PDIP ini pun mempertanyakan keberadaan fasilitas operasional sebagai unsur pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) tersebut.
Kepada Luwuk Post di ruang Komisi 1 DPRD Banggai, Kamis (8/6) Zaenuri mengaku telah mempertanyakannya kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) Banggai. Namun hasilnya nihil. “Sudah berulang kali saya tanya pada Sekwan tentang Randis Bapemperda. Mulai dengan lisan hingga SMS. Tapi tidak ada realisasinya,” keluh Zaenuri.
Sekwan Banggai, Machsun Djaga yang dikonfirmasi mengatakan, sebelum roling AKD, randis jenis Innova itu dipegang Evert Kuganda, karena yang bersangkutan pernah menjabat Ketua Bapemperda. Mestinya kata Machsun, pasca pergantian pucuk pimpinan, randis itu juga berpindah tangan ke Zaenuri.
Machsun mengaku telah berkoordinasi dengan Evert. Dan Evert menyarankan agar sekretariat dewan melayangkan surat padanya. “Secara resmi kami sudah surati pak Evert mempertanyakan keberadaan randis itu,” ujarnya.
Saran Evert lainnya, agar mengambil randis itu kepada Badrin Nonsi. “Kami tidak bisa mengambil langkah itu. Harusnya mantan Ketua Bapemperda yang mengembalikannya,” tutur Sekwan.
Evert yang dikronfrontir mengaku sudah menyampaikan kepada Badrin Nonsi agar randis itu dikembalikan. “Saya sudah menyampaikannya pada pak Badrin,” kata Evert. Hanya saja Evert mengaku tidak mengetahui sehingga randis itu belum diserahkan kepada Ketua Bapemperda. “Mungkin saja ada pembicaraan khusus antara pak Zaenuri dan pak Badrin,” kata Evert.

TAK PERLU DIPERSOALKAN
Dikonfirmasi via hand phone, Badrin mengatakan, seharusnya randis itu tidak perlu dipersoalkan serta dibesar-besarkan di publik. “Targetnya apa,” kata Badrin balik bertanya. Lagi pula tambah Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Bangga ini, Dia tidak pernah dihubungi terkait randis tersebut.
Menurut politisi berambut putih ini, jangan pernah merasa randis itu ada hak kapasitas. Karena menjabat sebagai Ketua AKD. Baginya, itu salah presepsi. Randis diperuntukan untuk mendukung kegiatan anggota dewan untuk melaksanakan tugas sebagaimana diatur dalam tata tertib (tatib) bahwa fasilitas negara itu disiapkan kepada unsur pimpinan dewan dan bukan pada AKD.
Jika saja daerah mampu meminjamkan jumlah kendaraan yang operasionalnya ditentukan oleh Sekretariat DPRD dan tidak diatur dalam tatib hak paten digunakan Ketua AKD ataupun fraksi. Lagi pula pertegas Badrin, semua anggota punya hak terhadap fasilatas yang telah disiapkan.
“Nah saya tanya, jam terbang Ketua AKD sudah sejauh mana. Mendingan diberikan kepada anggota DPRD yang jam terbangnya di daerah mewakili institusi DPRD diminta atau tidak bersama dengan pemerintah mengikuti kerja-kerja rakyat, bukan untuk gagah-gagahan,” jelas Badrin.
Sebagai aleg kata Badrin lagi, Dia punya tanggung jawab mengunjungi rakyat, dalam hal ini selalu ada bersama rakyat pada momentum apa saja. Karena dalam sejumlah pertemuan bukan mengambil keputusan yang punya resiko yang merugikan institusi DPRD. Akan tetapi memberikan legitimasi simpatik atas hadir selalu ditengah-tengah masyarakat diminta atau tidak.
Olehnya tekan Badrin, rekan aleg harus sadar bahwa kendaraan itu bukan hak atas jabatan alat kelengkapan. Harapan Badrin, kerja saja sebagai anggota dewan atas  amanah rakyat, bukan mencari sensasi pembenaran dan berharap citra temannya bisa turun. “Kalau begitu mending ndak usah nyaleg lagi. Tapi berkebun saja biar punya makna,” kata Badrin.
Kepada Fraksi PDIP, Badrin menyarankan untuk membantu pemerintah dalam memperbaiki citra lewat lembaga legislatif. Bukan malah sebaliknya, menodai pemerintahan hari ini. Memang kata Badrin, Fraksi PDIP memiliki pemerintahan. Akan tetapi batang hidungnya tidak pernah ada bersama pemerintah dalam menyelesaikan persoalan rakyat melalui kerja-kerja DPRD.
Sekali lagi Badrin tegaskan, dirinya tidak pernah dihubungi tentang kendaraan. Dan jangan pernah mengklaim tidak punya niatan untuk mengembalikan Randis Bapemperda. “Kapan saya pinjam dari Bapemperda. Jangan sampai saya harus ukur saya lebih punya makna di DPRD dari pada Anda. Di bulan Ramadan ini buat pahala saja. Nanti selesai baru kita kita berdebat terima kasih,” ujar Badrin menutup. (yan)

About uman