Home » Metro Luwuk » Dua Aktivis Tanjung Ditetapkan Tersangka
Dua Aktivis Tanjung Ditetapkan Tersangka
AKP Rizky Pratama

Dua Aktivis Tanjung Ditetapkan Tersangka

LUWUK– Penyidik Satreskrim Polres Banggai menetapkan dua orang aktivis sebagai tersangka dalam dugaan kasus pengrusakan fasilitas kantor bupati Banggai pada Senin (5/6). Kedua aktivis tersebut berinisial SP (27) dan FR (29).
Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Rizky Pratama, menyatakan, sebelumnya, Polres Banggai menahan empat orang. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, dua orang dibebaskan, dan sisanya ditetapkan sebagai tersangka. “Sementara ini, masih dalam tahap pemeriksaan untuk dua orang tersangka,” ungkapnya, Selasa (6/6).
Seperti diberitakan, sejumlah massa yang menamakan dirinya Front Masyarakat Tanjung Bersatu mendatangi kantor Bupati Banggai, Senin (5/6). Kedatangan masyarakat korban eksekusi itu bermaksud bertemu Bupati Banggai Herwin Yatim. Saat aksi, Herwin Yatim tengah bersama Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, menghadiri acara peletakan batu pertama Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kecamatan Toili.
Dalam proses negosiasi, salah satu ajudan Bupati Banggai telah menjelaskan bahwa bupati tidak berada di tempat. Bahkan Ia sempat memerlihatkan ruangan bupati. Namun massa lainnya tersulut emosinya dan merusak fasilitas yang di kantor Bupati Banggai.
Aksi pengrusakan itu sempat membuat panik puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkantor di Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Banggai. Sejumlah kaca kantor pecah dan alat peraga yang terletak di lobi kantor Bupati Banggai terlihat rusak.
Massa aksi sempat menurunkan bendera merah putih setengah tiang di depan kantor bupati, namun  digagalkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja.
Salah satu orator aksi menyatakan proses eksekusi lahan tanjung merupakan bukti nyata kegagalan pemerintahan Herwin Yatim dan Mustar Labolo. Menurut mereka, keduanya membiarkan praktek penggusuran paksa yang menjadikan ribuan masyarakat menjadi korban perbuatan tidak manusiawi.
Tak bertemu Bupati Banggai Herwin Yatim, massa aksi kemudian bergerak ke kantor Pengadilan Negeri dan Polres Banggai. Mereka menuntut koordinator lapangan aksi dilepas.(awi)

About uman